Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

KSSK Pastikan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Tekanan Global

×

KSSK Pastikan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Tekanan Global

Share this article


KSSK Pastikan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Tekanan Global




–Kementerian Keuangan RI

RADARTVNEWS.COM – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang triwulan III 2026. Kondisi tersebut didukung oleh koordinasi kebijakan antarlembaga di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Ia menjelaskan bahwa perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, meskipun menghadapi berbagai tantangan dari perkembangan ekonomi internasional.

Tekanan ekonomi global meningkat sejak Oktober 2026 akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi dunia, serta kebijakan moneter negara-negara maju yang cenderung ketat. Selain itu, perkembangan pasar saham setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah turut memengaruhi kondisi pasar keuangan domestik.

Baca Juga :  112.849 Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera Dapat Bantuan Rp3 Juta, Penyaluran Ditargetkan Rampung Sebelum

Suahasil mengatakan, meningkatnya tekanan tersebut juga mendorong arus modal keluar dari pasar saham Indonesia. Meski demikian, fundamental ekonomi nasional dan respons kebijakan yang adaptif dinilai masih mampu menjaga stabilitas sistem keuangan.

“KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen yang bersifat forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan,” ujar Suahasil.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia diperkirakan mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,4-5,5 persen sepanjang 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan domestik, investasi, konsumsi pemerintah, serta kinerja ekspor.

Pemerintah juga mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam gejolak ekonomi melalui pemberian subsidi, kompensasi, bantuan sosial, stabilisasi harga pangan, serta berbagai program penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga :  Bukan Pengangguran, tetapi Belum Sejahtera, Apa Itu Setengah Pengangguran?

Sejumlah indikator ekonomi turut menunjukkan perkembangan positif. Penjualan mobil pada September 2026 tumbuh 28,1 persen secara tahunan, sedangkan penjualan sepeda motor meningkat 15,4 persen. Selain itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur naik dari 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026.

Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga akhir triwulan III 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun belanja negara tercatat sebesar Rp2.660,5 triliun atau meningkat 19 persen secara tahunan.

Dari sisi pembiayaan anggaran, realisasinya mencapai Rp462 triliun atau tumbuh 0,4 persen secara tahunan. Pembiayaan tersebut dikelola secara terukur dengan memperhatikan kondisi likuiditas pemerintah.

Baca Juga :  Nadia Omara Tegas Tolak Adaptasi KHW Part 400: Pulang, Ada Apa dengan MD Pictures?

KSSK yang terdiri atas Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkomitmen memperkuat koordinasi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan, BRI Perkuat Pembiayaan Ekosistem Sektor Pertanian dan Perikanan

Melalui sinergi kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kementerian keuangan ri



Source link