Scroll untuk membaca artikel
NasionalPeristiwa

Protes Pemadaman Listrik, Massa GERAM Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim

×

Protes Pemadaman Listrik, Massa GERAM Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim

Share this article


Protes Pemadaman Listrik, Massa GERAM Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim




Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu (4/11/2026), diwarnai pelemparan sayuran busuk.–detikKalimantan

RADARTVNEWS.COM – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, Rabu (4/11/2026), berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Sejumlah massa melakukan aksi simbolis dengan melemparkan sayuran busuk sebagai bentuk protes terhadap persoalan pemadaman listrik yang dinilai belum terselesaikan.

Baca Juga :  Penyadapan Ilegal: Ketika Hukum Sedang Diuji

Aksi tersebut dilakukan untuk menggambarkan keresahan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut merasakan dampak gangguan pasokan listrik. Pemadaman yang terjadi berulang kali disebut menghambat aktivitas sehari-hari hingga menimbulkan kerugian usaha.

Salah seorang peserta demonstrasi, Muhammad Khadafi, mengungkapkan bahwa dirinya juga mengalami kerugian akibat pemadaman listrik. Bahkan, ia menyebut ternak yang dipeliharanya mati karena kondisi tersebut.

“Ini sebagai bentuk keresahan dari masyarakat, apalagi UMKM. Seperti saya, ternak-ternak saya pada mati karena mati lampu,” kata Khadafi.

Baca Juga :  Willie Salim Minta Maaf Usai Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, Tegaskan Tak Terima Bayaran

Mahasiswa asal Kabupaten Kutai Kartanegara itu menjelaskan bahwa gangguan listrik di daerahnya sudah berlangsung selama beberapa bulan. Menurutnya, pemadaman yang terus berulang membuat masyarakat kesulitan menjalankan berbagai kegiatan.

Ia juga mempertanyakan kondisi kelistrikan di Kaltim yang masih mengalami gangguan, meskipun wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara.

“Harapannya Pemprov bisa menyelesaikan lagi. Masa sudah banyak lubang tambang yang dikeruk, tapi masih mati lampu?” ujarnya.

Melalui aksi tersebut, GERAM berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan pasokan listrik. Mereka menilai masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas rumah tangga maupun kegiatan ekonomi tidak terus terganggu.

Baca Juga :  Enam Manfaat Bayam untuk Ibu Hamil, Bantu Cegah Anemia hingga Dukung Perkembangan Janin

Demonstrasi ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terhadap pelayanan publik, terutama terkait kebutuhan listrik yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:BGN Tetapkan Batas Biaya Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis Rp3.000 per Porsi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

detikkalimantan



Source link