Jumat 06-11-2026,20:42 WIB
Reporter:
MG – Sarah Wafi Taqiya|
Editor:
Jefri Ardi

Hujan Meteor Perseid mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2026 dan berpeluang terlihat dari Indonesia pada tengah malam hingga menjelang pagi.-Dokumentasi -iFindSermons-pinterest
RADARTVNEWS.COM – Bagi pencinta langit malam, November 2026 menghadirkan sejumlah peristiwa menarik yang bisa disaksikan dari Indonesia, mulai dari hujan meteor hingga Supermoon. Hujan meteor Taurid Selatan sudah mencapai puncaknya pada 4–5 November lalu. Berikut lima fenomena yang masih bisa diburu sepanjang sisa bulan ini.
1. Hujan Meteor Taurid Utara (11–12 November)
Taurid terdiri dari dua aliran, Selatan dan Utara, yang terkait material Komet 2P/Encke dan asteroid 2004 TG10. Puncak Taurid Utara diperkirakan pada malam 11 hingga 12 November 2026 dengan sekitar lima meteor per jam. Intensitasnya tergolong minor, tetapi Taurid terkenal kaya bola api, yakni meteor yang sangat terang. Pengamatan terbaik umumnya dilakukan dari tengah malam hingga dini hari.
2. Bulan Baru (9 November)
Fase Bulan Baru terjadi pada 9 November 2026 pukul 14.03 WIB. Saat itu Bulan tidak tampak sehingga langit malam lebih gelap, menjadikannya waktu ideal untuk mengamati bintang atau objek langit redup. Kondisi ini juga membantu pengamatan meteor di hari-hari sekitarnya.
3. Hujan Meteor Leonid (17–18 November)
Leonid berasal dari debu Komet 55P/Tempel-Tuttle dan dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling populer. Puncaknya diperkirakan pada malam 17 hingga dini hari 18 November. Cahaya Bulan sempat mengganggu di awal malam, tetapi Bulan terbenam sekitar tengah malam sehingga langit menjadi lebih gelap. Menurut Batavia Pos, waktu terbaik di Indonesia adalah dini hari sekitar pukul 01.00–04.30 WIB. Leonid juga berpotensi menghasilkan earthgrazers, yaitu meteor yang melintas landai di tepi atmosfer dan tampak menyusuri garis horizon.
4. Supermoon atau Beaver Moon (24 November)
Purnama November bertepatan dengan Supermoon, yang secara tradisional dikenal sebagai Beaver Moon. Puncak fase purnamanya terjadi pada 24 November 2026 pukul 21.55 WIB. Pada kondisi ini, Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasa. Fenomena ini dapat disaksikan di Indonesia dengan mata telanjang, tanpa alat bantu.
5. Oposisi Uranus (25 November)
Rangkaian peristiwa November ditutup oposisi Uranus pada 25 November 2026, ketika planet ini berada pada posisi berlawanan dengan Matahari dari sudut pandang Bumi. Pada saat itu Uranus berada pada posisi terbaik untuk diamati sepanjang tahun. Karena sangat redup, pengamatannya umumnya membutuhkan teropong atau teleskop, serta lokasi yang jauh dari polusi cahaya.
Tips Mengamati
Pilih lokasi terbuka yang minim cahaya lampu kota, beri waktu mata beradaptasi dengan gelap, dan pantau prakiraan cuaca dari BMKG karena awan tebal dapat menghalangi pandangan. Hujan meteor paling nyaman diamati dengan berbaring dan memandang langit seluas mungkin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
langit selatan












