Sabtu 07-11-2026,21:26 WIB
Reporter:
MG-Ahmad Syarif|
Editor:
Jefri Ardi

Gaya Hidup Sehat yang Berawal dari Hobi Belaka, Sekarang Menjadi Pergerakan baru untuk membangun komunitas baru-foto : by pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Pemandangan jalanan kota pada pagi dan malam hari kini makin disemarakkan oleh rombongan pesepeda. Fenomena olahraga bersepeda yang sempat mencapai puncaknya beberapa tahun lalu kini menunjukkan gelombang kebangkitan baru. Namun, tren kali ini hadir dengan wajah yang berbeda karena lebih terorganisasi, berbasis komunitas, dan mengedepankan efisiensi mobilitas perkotaan.
Jika pada masa pandemi tren didominasi oleh sepeda lipat, saat ini masyarakat urban makin menggandrungi jenis sepeda jalan raya dan sepeda gravel. sepeda gravel menjadi favorit baru karena kemampuannya melibas berbagai karakter jalanan kota hingga jalur semi-tanah.
Dari Hobi Menjadi Gaya Hidup dan Transportasi Alternatif
Bagi banyak pekerja perkotaan, sepeda tak lagi sekadar alat rekreasi di akhir pekan. Gerakan Bike to Work kembali menguat seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan lingkungan. Bersepeda dipilih sebagai solusi efisien untuk menembus kemacetan sekaligus mengurangi emisi karbon harian.
“Selain menghemat ongkos transportasi dan bebas macet, gowes pagi sebelum ngantor bikin badan lebih segar dan pikiran fokus,” ujar Rizky (32), seorang pekerja swasta di kawasan Jakarta Selatan yang rutin bersepeda ke kantor tiga kali seminggu.
BACA JUGA:KONI Lampung Rilis Jadwal Resmi Porprov X 2026: 32 Cabor dan 5 Ekhibisi Siap Dipertandingkan
Tak hanya di pagi hari, fenomena Night Ride atau bersepeda malam hari juga marak di kalangan anak muda. Jalur-jalur protokol yang lebih lengang pada malam hari menjadi ajang favorit untuk berolahraga sambil menikmati suasana kota.
Ekosistem Bisnis dan Komunitas yang Mengeliat
Geliat tren ini membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Toko sepeda, jasa bike fitting profesional, hingga bengkel kustomisasi mencatatkan peningkatan aktivitas. Selain itu, sektor f&b ikut merasakan dampaknya melalui maraknya konsep kafe cyclist-friendly yang menyediakan parkir khusus dan fasilitas pendukung bagi para pesepeda.
Komunitas-komunitas sepeda lokal juga aktif menggelar agenda tur bersepeda ke berbagai destinasi daerah. Event bersepeda jarak jauh kini konsisten menarik ribuan peserta dari berbagai kota, sekaligus menggerakkan pariwisata daerah.
BACA JUGA:Dua Pembalap Muda Indonesia Naik Podium di Sepang, Merah Putih Berkibar di Moto4 Asia Cup
Tantangan Infrastruktur dan Keselamatan
Meski antusiasme masyarakat tinggi, para pesepeda masih menghadapi tantangan klasik terkait keselamatan di jalan raya. Ketersediaan jalur khusus sepeda yang aman, terintegrasi, serta bebas dari penyerobotan kendaraan bermotor masih menjadi dorongan utama yang terus disuarakan komunitas kepada pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
radartvnews.com












