Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Gaya Hidup Sehat di Era Baru Tren Bersepeda Kembali Marak di Tengah Kota

×

Gaya Hidup Sehat di Era Baru Tren Bersepeda Kembali Marak di Tengah Kota

Share this article


Gaya Hidup Sehat di Era Baru Tren Bersepeda Kembali Marak di Tengah Kota




Gaya Hidup Sehat yang Berawal dari Hobi Belaka, Sekarang Menjadi Pergerakan baru untuk membangun komunitas baru-foto : by pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Pemandangan jalanan kota pada pagi dan malam hari kini makin disemarakkan oleh rombongan pesepeda. Fenomena olahraga bersepeda yang sempat mencapai puncaknya beberapa tahun lalu kini menunjukkan gelombang kebangkitan baru. Namun, tren kali ini hadir dengan wajah yang berbeda karena lebih terorganisasi, berbasis komunitas, dan mengedepankan efisiensi mobilitas perkotaan.

Jika pada masa pandemi tren didominasi oleh sepeda lipat, saat ini masyarakat urban makin menggandrungi jenis sepeda jalan raya dan sepeda gravel. sepeda gravel menjadi favorit baru karena kemampuannya melibas berbagai karakter jalanan kota hingga jalur semi-tanah.

Baca Juga :  Sama-Sama Hangat dan Beraroma Jahe, Sekoteng dan Bandrek Punya Cerita Berbeda

Dari Hobi Menjadi Gaya Hidup dan Transportasi Alternatif

Bagi banyak pekerja perkotaan, sepeda tak lagi sekadar alat rekreasi di akhir pekan. Gerakan Bike to Work kembali menguat seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan lingkungan. Bersepeda dipilih sebagai solusi efisien untuk menembus kemacetan sekaligus mengurangi emisi karbon harian.

“Selain menghemat ongkos transportasi dan bebas macet, gowes pagi sebelum ngantor bikin badan lebih segar dan pikiran fokus,” ujar Rizky (32), seorang pekerja swasta di kawasan Jakarta Selatan yang rutin bersepeda ke kantor tiga kali seminggu.

BACA JUGA:KONI Lampung Rilis Jadwal Resmi Porprov X 2026: 32 Cabor dan 5 Ekhibisi Siap Dipertandingkan

Baca Juga :  Mulai 1 November 2026, Tarif Parkir Bandara Radin Inten II Disesuaikan

Tak hanya di pagi hari, fenomena Night Ride atau bersepeda malam hari juga marak di kalangan anak muda. Jalur-jalur protokol yang lebih lengang pada malam hari menjadi ajang favorit untuk berolahraga sambil menikmati suasana kota.

Ekosistem Bisnis dan Komunitas yang Mengeliat

Geliat tren ini membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Toko sepeda, jasa bike fitting profesional, hingga bengkel kustomisasi mencatatkan peningkatan aktivitas. Selain itu, sektor f&b ikut merasakan dampaknya melalui maraknya konsep kafe cyclist-friendly yang menyediakan parkir khusus dan fasilitas pendukung bagi para pesepeda.

Komunitas-komunitas sepeda lokal juga aktif menggelar agenda tur bersepeda ke berbagai destinasi daerah. Event bersepeda jarak jauh kini konsisten menarik ribuan peserta dari berbagai kota, sekaligus menggerakkan pariwisata daerah.

Baca Juga :  Enam Manfaat Bayam untuk Ibu Hamil, Bantu Cegah Anemia hingga Dukung Perkembangan Janin

BACA JUGA:Dua Pembalap Muda Indonesia Naik Podium di Sepang, Merah Putih Berkibar di Moto4 Asia Cup

Tantangan Infrastruktur dan Keselamatan

Meski antusiasme masyarakat tinggi, para pesepeda masih menghadapi tantangan klasik terkait keselamatan di jalan raya. Ketersediaan jalur khusus sepeda yang aman, terintegrasi, serta bebas dari penyerobotan kendaraan bermotor masih menjadi dorongan utama yang terus disuarakan komunitas kepada pemerintah daerah.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

radartvnews.com



Source link