Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Sebelum Jadi Pelindung Hujan, Payung Ternyata Punya Fungsi Berbeda Sejak Ribuan Tahun Lalu

×

Sebelum Jadi Pelindung Hujan, Payung Ternyata Punya Fungsi Berbeda Sejak Ribuan Tahun Lalu

Share this article


Sebelum Jadi Pelindung Hujan, Payung Ternyata Punya Fungsi Berbeda Sejak Ribuan Tahun Lalu




—

RRADARTVNEWS.COM — Payung menjadi salah satu benda yang hampir selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika musim hujan tiba. Namun, siapa sangka benda sederhana ini ternyata memiliki sejarah panjang dengan fungsi awal yang berbeda dari penggunaannya saat ini.

Jauh sebelum digunakan untuk melindungi tubuh dari air hujan, payung justru lebih dahulu dikenal sebagai alat pelindung dari paparan sinar matahari. Dalam sejarahnya, benda ini digunakan oleh masyarakat peradaban kuno seperti Mesir, Tiongkok, India, dan Yunani.

Baca Juga :  Arak-arakan Dawet dan Ayam Ingkung Warnai Tradisi Pelestarian Umbul Kroman di Klaten

Bukti penggunaan payung sebagai pelindung matahari telah ditemukan dalam berbagai peninggalan sejarah sejak ribuan tahun lalu. Pada masa tersebut, payung atau pelindung sejenisnya banyak digunakan oleh kalangan kerajaan dan bangsawan.

Penggunaannya juga tidak sekadar berkaitan dengan kenyamanan. Di sejumlah peradaban, payung menjadi simbol kekuasaan, kehormatan, dan kedudukan sosial. Tidak jarang, seorang pelayan ditugaskan untuk memegang payung di atas kepala raja atau tokoh penting ketika mereka berada di luar ruangan.

Berawal dari Pelindung Sinar Matahari

Payung yang digunakan untuk melindungi seseorang dari sinar matahari dikenal dengan istilah parasol. Istilah tersebut berasal dari bahasa Latin, yakni para yang berarti melindungi dan sol yang berarti matahari.

Baca Juga :  Kadin Peringatkan Rupiah Terancam Tembus Rp21 Ribu per Dolar AS Akibat Isu Pasar Modal

Pada masa lalu, bentuk pelindung matahari ini diperkirakan dibuat menggunakan bahan sederhana seperti daun berukuran besar, kemudian berkembang menggunakan rangka dan kain.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai mengenal teknologi untuk membuat payung yang mampu menahan air. Tiongkok menjadi salah satu peradaban yang mengembangkan payung tahan air dengan menggunakan bahan pelapis seperti lilin dan lak pada permukaannya.

Perkembangan tersebut membuat payung tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas, tetapi juga dapat digunakan ketika hujan turun.

Perbedaan Payung dan Parasol

Seiring perkembangannya, penggunaan istilah payung dan parasol mulai dibedakan berdasarkan fungsinya.

Payung atau umbrella lebih dikenal sebagai alat pelindung dari hujan karena memiliki bahan yang dirancang untuk menahan air. Sementara itu, parasol secara khusus digunakan untuk melindungi seseorang dari paparan sinar matahari.

Baca Juga :  Pemanasan Global Ancam Es Kutub dan Gletser, Dampaknya Bisa Bertahan Ribuan Tahun

Perbedaan tersebut semakin dikenal di Eropa sekitar abad ke-18. Pada masa itu, parasol juga berkembang menjadi aksesori fesyen, terutama di kalangan perempuan dari kelas sosial atas.

Memasuki abad ke-19, payung semakin populer sebagai perlengkapan sehari-hari. Perkembangan teknologi rangka logam turut membuat bentuk payung menjadi lebih praktis dan mudah dibawa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

bruce museum parasoles



Source link