Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Semeru Erupsi, Penambang Pasir di Lumajang Berlarian Selamatkan Diri

×

Semeru Erupsi, Penambang Pasir di Lumajang Berlarian Selamatkan Diri

Share this article


Semeru Erupsi, Penambang Pasir di Lumajang Berlarian Selamatkan Diri




Aktivitas penambangan pasir di Lumajang sempat diwarnai kepanikan saat Gunung Semeru mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran.–

RADARTVNEWS.COM – Aktivitas penambangan pasir di aliran Sungai Leprak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sempat diwarnai kepanikan saat Gunung Semeru mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026).

Sejumlah penambang dan sopir truk yang tengah beraktivitas di kawasan tersebut bergegas menyelamatkan diri setelah melihat abu vulkanik dan awan panas guguran (APG) dari Gunung Semeru.

Baca Juga :  Terjepit Dua Generasi Ketika Anak Muda Indonesia Menggantungkan Asa pada Frugal Living

Dalam rekaman video yang beredar, seorang sopir truk terlihat berusaha memperingatkan rekan-rekannya agar segera menjauh dari lokasi penambangan. 

Peringatan tersebut diberikan ketika aktivitas vulkanik Semeru terjadi dan awan panas meluncur ke arah aliran sungai.

BACA JUGA:Awan Panas Semeru Meluncur 5,5 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Dalam rekaman video di lokasi, Bambang, salah satu pekerja tambang pasir, mengaku sempat berlari menyelamatkan diri saat Gunung Semeru mengalami erupsi.

“Ya lari. Kita lari takut,” ujar Bambang dalam wawancara yang ditayangkan melalui kanal YouTube Liputan 6.

Baca Juga :  Prancis Siaga Penuh Saat Halloween, 70 Ribu Personel Dikerahkan Antisipasi Kerusuhan

Ia mengaku sudah terbiasa dengan aktivitas Gunung Semeru. 

Namun, erupsi kali ini tetap membuatnya merasa takut.

“Ya biasalah dari dulu. Kalau dulu enggak takut, kalau sekarang memang sudah takut,” ungkapnya.

Dalam percakapan tersebut, pekerja itu juga menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi terlihat sebanyak tiga kali. Dua letusan pertama disebut berukuran kecil, sedangkan letusan ketiga tampak lebih besar.

“Ya, yang pertama kecil, terus keduanya kecil, ketiganya besar,” ujarnya.

Gunung Semeru sendiri mengalami erupsi sekitar pukul 09.24 WIB. 

Baca Juga :  Sempat Diduga Punah, Kukang Bangka Kembali Ditemukan Setelah Puluhan Tahun

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 700 meter di atas puncak kawah dengan amplitudo maksimum 31 milimeter.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

akun youtube @liputan6



Source link