Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Fakta di Balik Cokelat yang Berbahaya bagi Anjing dan Kucing, Jangan Sembarangan Memberikannya

×

Fakta di Balik Cokelat yang Berbahaya bagi Anjing dan Kucing, Jangan Sembarangan Memberikannya

Share this article


Fakta di Balik Cokelat yang Berbahaya bagi Anjing dan Kucing, Jangan Sembarangan Memberikannya




—

RADARTVNEWS.COM — Cokelat dikenal sebagai salah satu makanan manis yang digemari manusia. Namun, di balik rasanya yang lezat, Cokelat ternyata dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing.

Hal ini disebabkan oleh kandungan teobromin dan kafein yang terdapat di dalam cokelat. Kedua zat tersebut termasuk kelompok metilxantin yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan kerja jantung.

Baca Juga :  Bareskrim Periksa Tokoh Penting dan Sita Barang Bukti Digital Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Berbeda dengan manusia, anjing dan kucing memiliki kemampuan yang lebih terbatas untuk memetabolisme teobromin. Akibatnya, zat tersebut dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh dan menimbulkan efek toksik.

Risiko keracunan cokelat juga dipengaruhi oleh jenis cokelat yang dikonsumsi. Cokelat hitam atau dark chocolate dan bubuk kakao umumnya memiliki kandungan teobromin lebih tinggi dibandingkan cokelat susu. Sementara itu, cokelat putih memiliki kandungan teobromin yang sangat rendah.

Gejala keracunan cokelat pada hewan dapat berupa muntah, diare, gelisah, peningkatan frekuensi buang air kecil, detak jantung tidak teratur, hingga kejang dalam kondisi yang lebih parah.

Baca Juga :  Minim Ruang Ekspresi, Pegiat Seni di Bandar Lampung Menanti Wadah Kreatif

Gejala tersebut dapat muncul beberapa jam setelah hewan mengonsumsi cokelat. Tingkat keparahannya bergantung pada jumlah cokelat, jenis cokelat, serta ukuran dan berat badan hewan.

Meskipun kasus keracunan cokelat lebih sering ditemukan pada anjing, kucing juga tetap berisiko mengalami keracunan. Namun, kucing cenderung tidak tertarik mengonsumsi makanan manis karena memiliki jumlah reseptor rasa manis yang sangat sedikit.

Pemilik hewan peliharaan sebaiknya menyimpan cokelat di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh anjing maupun kucing. Jika hewan peliharaan tidak sengaja memakan cokelat, segera hubungi dokter hewan meskipun belum menunjukkan gejala keracunan.

Baca Juga :  Carmen Hearts2Hearts Kembali Jadi Sorotan, Seragam SMA Indonesia Curi Perhatian di Korea

Pemilik juga tidak disarankan untuk memicu muntah secara mandiri tanpa arahan tenaga medis.

Fakta ini menjadi pengingat bahwa makanan yang aman bagi manusia belum tentu aman bagi hewan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang diberikan kepada hewan peliharaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

purina indonesia



Source link