Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Ubah Sampah Jadi Saldo Rekening, BTN Hadirkan Inovasi Waste Station di Banyumas

×

Ubah Sampah Jadi Saldo Rekening, BTN Hadirkan Inovasi Waste Station di Banyumas

Share this article


Ubah Sampah Jadi Saldo Rekening, BTN Hadirkan Inovasi Waste Station di Banyumas




Peluncuran fasilitas Waste Station kolaborasi BTN, Pemkab Banyumas, dan Rekosistem di kawasan Alun-Alun Purwokerto untuk memfasilitasi warga menukar sampah anorganik jadi saldo tabungan.–Foto: BTN

RADARTVNEWS.COM – Sampah rumah tangga kini dapat diubah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi memperluas jangkauan keberlanjutan lingkungan dengan menghadirkan fasilitas pengolahan Sampah Waste Station di kawasan Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Baca Juga :  Malaysia Year-End Sale 2026 Digelar November, Kuala Lumpur Tawarkan Diskon hingga Wisata Kuliner

Program inovatif ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara Bank BTN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, dan Rekosistem. Melalui fasilitas ini, masyarakat diajak untuk menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, hingga kaleng bekas untuk ditukarkan menjadi poin digital.

Hal menarik dari sistem Waste Station ini terletak pada mekanisme penukarannya. Poin yang berhasil dikumpulkan oleh warga dari hasil penyetoran sampah dapat dicairkan langsung menjadi uang tunai yang masuk ke saldo rekening BTN.

BACA JUGA:Owen Sulap Sampah Pelastik Menjadi Barang Bernilai, Bukti Kreativitas Anak Muda

Baca Juga :  Kongkalikong Proyek Uang Hutangan, Sssttt...Dari Bos UNG Konoha hingga Juragan Split di Balik Panggung?

Fasilitas pengolahan sampah terintegrasi ini dirancang memiliki kapasitas pengumpulan rata-rata hingga 4 ton sampah per bulan. Untuk memberikan pelayanan maksimal bagi publik, Waste Station beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 09.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Melalui inisiatif ini, BTN terus berkomitmen mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah sejak dari lingkup rumah tangga. Gerakan pemilahan sampah anorganik tidak hanya berdampak positif bagi kebersihan lingkungan sekitar, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi langsung bagi warga.

Baca Juga :  Mengenal Perbedaan Nirmana Dwimatra dan Trimatra, Dasar Penting dalam Pembelajaran DKV

Integrasi antara kepedulian lingkungan dan perbankan digital ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi hijau (green economy) sekaligus membangun kebiasaan pemilahan sampah mandiri di tengah masyarakat Banyumas secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

unggahan instagram @suaradotcom



Source link