Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Demi Pendidikan Anak, Warga di Pedalaman Lampung Bangun Sekolah dengan Dana Swadaya

×

Demi Pendidikan Anak, Warga di Pedalaman Lampung Bangun Sekolah dengan Dana Swadaya

Share this article


Demi Pendidikan Anak, Warga di Pedalaman Lampung Bangun Sekolah dengan Dana Swadaya




bukti bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, meski di tengah berbagai keterbatasan-TikTok-

RADARTVNEWS.COM – Di tengah keterbatasan akses menuju wilayah pedalaman Kabupaten Tanggamus, Lampung, semangat masyarakat untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak mereka menjadi bukti bahwa sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Berlokasi di Pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, SDN 1 Tanjung Raja Kelas Jauh berdiri berkat perjuangan panjang masyarakat setempat. Sebelum sekolah tersebut hadir, anak-anak harus menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer melewati kawasan hutan untuk mencapai sekolah terdekat. Jarak yang jauh membuat banyak orang tua khawatir anak-anak mereka kesulitan memperoleh pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, warga berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya. Mereka membeli sebidang tanah, membangun ruang belajar sederhana, hingga bergotong royong menyediakan kebutuhan sekolah. Bahkan, masyarakat turut mengumpulkan iuran untuk membayar guru yang bersedia mengajar di daerah terpencil tersebut.

Perjuangan itu tidak berhenti sampai di situ. Sejak tahun 2007, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sebagian besar ditangani oleh seorang guru bernama Arviana. Dengan jumlah tenaga pendidik yang terbatas, ia mengajar berbagai mata pelajaran sekaligus demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak mereka untuk belajar.

Kondisi sekolah juga sempat memprihatinkan. Bangunan awal yang terbuat dari material sederhana nyaris roboh akibat usia dan kondisi lingkungan. Berkat gotong royong warga, relawan, dan dukungan dari berbagai pihak, sekolah tersebut akhirnya dibangun kembali menjadi bangunan permanen yang lebih layak digunakan.

BACA JUGA:Hari Pertama Sekolah Diancam Ledakan BOM, Begini Kondisi Siswa SD Srengseng Sawah

Meski demikian, berbagai keterbatasan masih dirasakan hingga saat ini. Sekolah belum memiliki akses listrik, jaringan internet, maupun fasilitas perpustakaan. Keterbatasan tersebut membuat proses belajar mengajar belum dapat berlangsung secara optimal, terutama di era ketika teknologi menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.

Selain fasilitas pendidikan, masyarakat juga berharap adanya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah mereka. Akses jalan yang lebih baik dinilai penting agar aktivitas belajar tidak terganggu, khususnya saat musim hujan. Warga juga berharap jaringan listrik dan internet dapat segera menjangkau daerah tersebut sehingga kualitas pendidikan dapat terus meningkat.

Kisah SDN 1 Tanjung Raja Kelas Jauh menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam memperjuangkan pendidikan tidak pernah padam. Namun, upaya swadaya warga seharusnya tidak menjadi satu-satunya tumpuan. Dukungan pemerintah melalui penyediaan infrastruktur, tenaga pendidik, serta fasilitas yang memadai menjadi langkah penting agar anak-anak di daerah terpencil memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan anak-anak di wilayah lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link