Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Desa Namchang di Korea Selatan Mendadak Ramai Berkat Lokasi Syuting Film Hope

×

Desa Namchang di Korea Selatan Mendadak Ramai Berkat Lokasi Syuting Film Hope

Share this article


Desa Namchang di Korea Selatan Mendadak Ramai Berkat Lokasi Syuting Film Hope




Desa Namchang-ri Haenam Korea Selatan-Postingan Instagram/ig ydmom_-Instagram/ig ydmom_

RADARTVNEWS.COM – Desa pesisir Namchang-ri di Haenam, Korea Selatan, yang sebelumnya sepi kini ramai dikunjungi wisatawan setelah menjadi lokasi syuting film thriller Hope. Fenomena tersebut membuat kawasan desa mengalami peningkatan kunjungan sekaligus mendorong pemerintah setempat mengembangkan potensi screen tourism.

Mengutip Korea JoongAng Daily, tiruan pos polisi fiktif yang dibangun untuk kebutuhan syuting film Hope menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan. Replika tersebut rata-rata didatangi sekitar 139 pengunjung per hari, jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan populasi desa yang hanya mencapai 418 penduduk.

Antusiasme wisatawan juga dipengaruhi oleh nuansa retro era 1970-an yang ditampilkan dalam film. Melihat peluang tersebut, Pemerintah Haenam mengucurkan investasi sebesar 1,1 miliar won untuk mengembangkan kawasan Namchang.

Dana tersebut digunakan untuk mengubah kawasan Namchang menjadi jalan budaya bertema Hope. Pengembangan itu mencakup replika mobil patroli, restoran yang menjadi lokasi adegan film, mural, serta atraksi berupa jejak kaki monster.

Pengembangan kawasan tersebut dilakukan untuk memanfaatkan popularitas film sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas pariwisata di desa pesisir tersebut.

Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah lokasi syuting lainnya di Korea Selatan. Lokasi syuting The King’s Warden di Yeongwol, misalnya, mengalami peningkatan jumlah kunjungan hingga tiga kali lipat. Hal serupa juga terlihat di sebuah waduk di Yesan yang menjadi lokasi syuting Salmokji: Whispering Water.

Meski demikian, perkembangan wisata berbasis lokasi syuting memiliki tantangan tersendiri. Pakar pariwisata dari Hanyang University, Jeong Ran-soo, mengingatkan bahwa screen tourism pada dasarnya memiliki siklus hidup yang relatif singkat.

Menurutnya, lokasi syuting tidak selalu mampu mempertahankan popularitasnya dalam jangka panjang hanya karena pernah muncul dalam film. Destinasi tersebut dapat bertahan sebagai objek wisata apabila memiliki narasi yang kuat atau nilai sejarah tersendiri.

Dengan demikian, popularitas film Hope memberikan peluang bagi Namchang-ri untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi lokal. Namun, keberlanjutan kawasan sebagai destinasi wisata tetap bergantung pada daya tarik yang mampu bertahan setelah popularitas film menurun.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

cnn indonesia



Source link