Senin 19-10-2026,14:55 WIB
Reporter:
MG – Neza Indira Ajeng Pratiwi|
Editor:
Jefri Ardi

ilustrasi orang emosi saat kepanasan–pinterest
RADARTVNEWS.COM — Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh berkeringat dan merasa gerah, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati. Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa merasa lebih mudah kesal, cepat lelah, hingga kesulitan mengendalikan emosi ketika berada di lingkungan bersuhu tinggi.
Fenomena ini bukan sekadar anggapan. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alifah Nabilah Masturah, menjelaskan bahwa ketidaknyamanan akibat suhu panas dapat menambah beban fisik dan psikologis seseorang.
Kondisi tersebut berkaitan dengan teori beban stimulus dalam psikologi, yakni ketika rangsangan dari lingkungan melebihi kapasitas tubuh untuk mengatasinya. Situasi ini dapat memicu stres dan memengaruhi respons emosional seseorang.
Saat tubuh berusaha menyesuaikan diri dengan suhu panas, rasa lelah dan tidak nyaman dapat meningkat. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu proses berpikir sehingga seseorang menjadi lebih sensitif terhadap situasi di sekitarnya.
Akibatnya, perkataan atau tindakan orang lain yang biasanya dianggap biasa saja dapat terasa lebih mengganggu. Candaan ringan, misalnya, bisa lebih mudah disalahartikan sebagai ucapan yang menyebalkan ketika seseorang sedang merasa kepanasan.
Selain ketidaknyamanan fisik, kualitas tidur dan kecukupan cairan juga berperan dalam mengatur suasana hati. Suhu yang terlalu panas dapat mengganggu tidur, sedangkan kekurangan cairan dapat memengaruhi kondisi fisik dan kemampuan seseorang mengelola emosi.
BACA JUGA:Cuaca Panas Bikin Gerah, Begini Cara Memilih Kaos yang Lebih Nyaman Menurut Panduan Kemenkes
Ketika tubuh tidak memperoleh istirahat yang cukup atau mengalami dehidrasi, seseorang bisa merasa lebih lelah dan sulit berkonsentrasi. Kondisi tersebut dapat memperbesar kemungkinan munculnya respons emosional negatif, terutama ketika harus menghadapi situasi yang menekan.
Meski demikian, cuaca panas tidak selalu membuat setiap orang menjadi lebih mudah marah. Respons terhadap suhu lingkungan dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi tubuh, tingkat paparan panas, kualitas tidur, serta kemampuan masing-masing individu dalam mengelola stres.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan selama cuaca panas, masyarakat dapat mencari tempat yang lebih sejuk, berteduh saat berada di luar ruangan, dan mencukupi kebutuhan cairan. Menjaga kualitas tidur serta mengenali pemicu emosi juga dapat membantu seseorang mengelola suasana hati dengan lebih baik.
Dengan demikian, perubahan suasana hati ketika cuaca panas tidak selalu berkaitan dengan persoalan psikologis semata. Kondisi lingkungan dan respons tubuh terhadap panas turut berperan, sehingga menjaga kenyamanan fisik menjadi salah satu langkah untuk membantu mempertahankan kestabilan emosi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
halodoc












