Wednesday, March 3, 2021

Karang Taruna Tarik Iuran, PKL Menolak

Most Read

Soal PP Jokowi Legalitas Minuman Keras, Arinal: Miras Haram!

Radartvnews.com- Keputusan Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo membuka peluang investasi perusahaan minuman keras atau miras di empat Provinsi di...

Truk JNE Terbakar di KMP Naomi

Radartvnews.com- Ratusan penumpang KMP Naomi, panik saat berlayar dari pelabuhan Merak-Banten menuju pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (1/3). Kepanikan penumpang terjadi...

Persaingan Top 10 News Presenter Semakin Ketat

Radartvnews.com- Seleksi calon news presenter Radar Lampung Tv  memasuki tahap ke dua. 20 Peminat profesi pembawa berita ini mengikuti...

Bangkai Paus Lima Meter Terdampar di Pantai Cukuh Balak

Radartvnews.com- Seekor ikan paus sepanjang lima meter ditemukan nelayan yang ada di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus (1/3) mati...

Sabar, Penerimaan CPNS 2021 Tunggu Juknis

Radartvnews.com- Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 di Provinsi Lampung masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat. Badan Kepegawaian...

Gebrakan Perdana, Bakal Pangkas TKS

Radartvnews.com- Walikota Bandarlampung Eva Dwiana akan melakukan pendataan ulang Tenaga Kontrak Sementara (TKS) di lingkup pemerintah kota setempat. Hal itu...

radartvnews.com- Puluhan pedagang kaki lima ( PKL )  mendatangi kantor kelurahan perumnas way halim untuk melakukan diskusi bersama.  Pertemuan dihadiri oleh pihak kelurahan, Bhabinkatibmas,  PKL menolak rencana karang taruna kuntum mekar perumnas way halim yang  akan melakukan pembangunan atap kios serta meminta iuran kepada para pedagang sebesar Rp100.000/bulan dan Rp 500 ribuan untuk pembuatan atap kios yang di nilai memberatkan pedagang.

Salah satu pedagang Eko mengatakan pihak karang taruna tidak melakukan rapat dahulu dengan para pedagang terkait rencana mereka.

Berita Lainnya  Ular Sanca Masuk Kamar Mandi di Labuhan Ratu

“karang taruna seharusnya kordinasi dangan PKL namun inin nggak tau-tau minta iuran,” kata Eko.

Sementara itu dalam pertemuan terungkap bahwa permintaan pembangunan serta iuran tidak didasari legalitas dari pemerintah kota bandar lampung.

Sedangkan ketua karang taruna Sugiyana Pranata tetap yakin hal tersebut karna permintaan dan keluhan warga sekitar terkait regulasi dirinya beranggapan hal tersebut bisa di urus setelah atap selesai dibangun.

Pertemuan kedua akan dilakukan kembali dengan menghadirkan pewakilan warga oleh karang taruna.(ren/san)

berita menarik lainnya

BERITA TERKINI

Anggota DPRD Tersangka Belum PAW, Belum Dicopot

Radartvnews.com- Pasca ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tulangbawang Barat karena membuat laporan palsu, status Sadimin masih aktif sebagai anggota Komisi II DPRD...

berita terkait lainnya