Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Lakalantas Angkot : Untung Masih Selamat Tidak Ada Korban Jiwa

3
×

Lakalantas Angkot : Untung Masih Selamat Tidak Ada Korban Jiwa

Share this article

Kata ”untung” dalam peristiwa kemalangan rupanya terkait kebiasaan masyarakat Indonesia selalu melihat sisi positif sebuah peristiwa. Kecelakaan besar, dengan nilai kerugian puluhan sampai ratusan juta rupiahpun disebut untung.

UNTUNG : sebuah kata dan sikap masyarakat Indonesia saat menghadapi musibah. (Foto SS)

BANDARLAMPUNG : Salah satu nilai kearifan lokal masyarakat Indonesia adalah tolong menolong saat ada masalah. Kemudian nilai moral lainnya adalah merasa bersyukur meski sedang dilanda musibah.

”Untung masih selamat, tidak ada korban jiwa,” salah satu jemaah Masjid Jami Al Yakin yang turut membantu proses evakuasi.

Kata ”untung” dalam peristiwa kemalangan rupanya terkait kebiasaan masyarakat Indonesia selalu melihat sisi positif sebuah peristiwa. Kecelakaan besar, dengan nilai kerugian puluhan sampai ratusan juta rupiahpun disebut untung.

Tampak seperti terjadi sesaat setelah insiden kecelakaan dua angkutan kota ala Fast and Furious senggolan, terbalik dan menghantam Toyota Fortuner di Jalan Radin Inten, Bandarlampung, Ahad 23 Juli 2023.

Warga sekitar dan pengguna jalan raya, tanpa diminta langsung berduyun – duyung melakukan operasi penyelamatan. Tanpa komando, semua langsung berbagi peran.

Dengan melambaikan tangan, naik turun. Ada warga memberikan aba-aba atau tanda agar pengemudi kendaraan yang hendak melintas agar melambatkan laju. Sebagian lainnya membantu dua penumpang wanita keluar dari angkot.

Termasuk membalikan angot ke posisi semula. Setelah itu, mereka menyelamatkan sopir yang masih terjebak di kursi depan. ”Aba-aba ya, itungan ketiga kita angkat. Satu, dua, tiga,” ujar pria berhelm mengomandoi pengangkatan mobil.

Sebelum petugas tiba di tempat kejadian perkara, semua masalah besar kecuali ganti kerugian di jalan raya sudah selesai.

Usai menepikan dua kendaraan, dan membersihkan serpihan kaca. Seorang ibu setengah baya, dengan kekuatan tersisa meski dalam kondisi tergopoh-gopoh masih kuat membopong seorang wanita penumpang angkot.

”Kasih jalan, kasih jalan, ada yang luka mau dibawa ke rumah sakit,” pekik sang ibu berjilbab.

Peristiwa kecelakaan hebat terjadi Ahad petang.  Dua angkot dalam kecepatan tinggi terlibat kecelakaan di jantung kota. Dua angkot melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ramayana menuju Tugu Adipura. Meski lalu lintas relatif padat. Keduanya saling adu kebut dan geber knalpot.

Sebelum lokasi kejadian, angkot biru muda jurusan Rajabasa nopol BE 2091 AR dikemudikan Bayu Triprayitno kaget di depanya ada motor merah berboncengan satu keluarga.

Di sebalah kanan, juga dengan kecepatan tinggi terdapat angkot jurusan Sukarame BE 2017 BU, dikendarai Reza Dwi Putra.

Mobil angkot Rajabasa coba banting setir ke arah kanan. Kecelakaan tak dapat dihindari, kedua mobil tak mampu dikendalikan. Angkot Rajabasa menghantam bagian kiri Toyota Fortuner BE 130 BI. Sedangkan Angkot Sukarame dalam kondisi terguling menghantam bagian belakang, hingga mengakibatkan kaca dan bodi belakang Fortuner ringsek. (*)