Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Hujan Buatan: Pengertian, Tujuan, dan Bagaimana Proses Pembuatannya?

×

Hujan Buatan: Pengertian, Tujuan, dan Bagaimana Proses Pembuatannya?

Share this article


Hujan Buatan: Pengertian, Tujuan, dan Bagaimana Proses Pembuatannya?




Ditengah musim kemarau dan banyaknya kebakaran hutan dan lahan, alternatif hujan buatan bisa jadi solusi.-Ilustrasi hujan -Pinterest

RADARTVNEWS.COM — Hujan buatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan manusia untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah tertentu. Teknologi ini biasanya dimanfaatkan ketika suatu daerah mengalami kekeringan, kekurangan pasokan air, hingga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat musim kemarau berkepanjangan.

Metode tersebut dikenal sebagai modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya melibatkan sejumlah lembaga pemerintah dan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam bidang meteorologi serta pengelolaan sumber daya air.

Baca Juga :  TPG Guru Non-ASN Baru 75 Persen Tersalurkan, Kemendikdasmen Minta Maaf atas Keterlambatan

Lantas, bagaimana sebenarnya proses pembuatan hujan buatan dan apa saja tahapan yang perlu dilakukan?

Hujan buatan merupakan bentuk campur tangan manusia dalam mengendalikan sumber daya air yang terdapat di atmosfer.

Berdasarkan informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kegiatan ini bertujuan menambah atau mempercepat intensitas curah hujan pada wilayah yang telah ditentukan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bencana yang berkaitan dengan kondisi iklim dan cuaca, terutama kekeringan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Buka Mubes I HKSL, Perkuat Pelestarian Adat dan Sinergi Pembangunan Daerah

BACA JUGA:BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat dan Lebih Singkat

Proses Pelaksanaan Hujan Buatan

Menurut informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pelaksanaan hujan buatan dapat dilakukan menjelang berakhirnya musim hujan.

Pada periode tersebut, kandungan uap air di atmosfer masih tersedia sehingga kondisi cuaca dapat mendukung proses modifikasi. Selain itu, kegiatan serupa juga bisa dilakukan pada awal musim penghujan untuk membantu mempercepat datangnya hujan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa lembaga yang memiliki tugas masing-masing.

Baca Juga :  Film Horor My Home Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Bae Jong Ok Hadirkan Teror Apartemen Mewah

1. Melibatkan Sejumlah Instansi

Proses modifikasi cuaca melibatkan BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara.

BMKG bertugas menyediakan informasi mengenai kondisi cuaca, keberadaan awan, serta arah dan kekuatan angin. Sementara itu, TNI AU menyediakan armada pesawat untuk mendukung kegiatan tersebut, khususnya dalam upaya mitigasi bencana.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link