Jumat 23-10-2026,19:17 WIB
Reporter:
MG – Yuha Ilaiya Nafiah|
Editor:
Jefri Ardi

Ditengah musim kemarau dan banyaknya kebakaran hutan dan lahan, alternatif hujan buatan bisa jadi solusi.-Ilustrasi hujan -Pinterest
RADARTVNEWS.COM — Hujan buatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan manusia untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah tertentu. Teknologi ini biasanya dimanfaatkan ketika suatu daerah mengalami kekeringan, kekurangan pasokan air, hingga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat musim kemarau berkepanjangan.
Metode tersebut dikenal sebagai modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya melibatkan sejumlah lembaga pemerintah dan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam bidang meteorologi serta pengelolaan sumber daya air.
Lantas, bagaimana sebenarnya proses pembuatan hujan buatan dan apa saja tahapan yang perlu dilakukan?
Hujan buatan merupakan bentuk campur tangan manusia dalam mengendalikan sumber daya air yang terdapat di atmosfer.
Berdasarkan informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kegiatan ini bertujuan menambah atau mempercepat intensitas curah hujan pada wilayah yang telah ditentukan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bencana yang berkaitan dengan kondisi iklim dan cuaca, terutama kekeringan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat dan Lebih Singkat
Proses Pelaksanaan Hujan Buatan
Menurut informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pelaksanaan hujan buatan dapat dilakukan menjelang berakhirnya musim hujan.
Pada periode tersebut, kandungan uap air di atmosfer masih tersedia sehingga kondisi cuaca dapat mendukung proses modifikasi. Selain itu, kegiatan serupa juga bisa dilakukan pada awal musim penghujan untuk membantu mempercepat datangnya hujan.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa lembaga yang memiliki tugas masing-masing.
1. Melibatkan Sejumlah Instansi
Proses modifikasi cuaca melibatkan BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara.
BMKG bertugas menyediakan informasi mengenai kondisi cuaca, keberadaan awan, serta arah dan kekuatan angin. Sementara itu, TNI AU menyediakan armada pesawat untuk mendukung kegiatan tersebut, khususnya dalam upaya mitigasi bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












