Senin 26-10-2026,22:15 WIB
Reporter:
MG – Nabila Shafira |
Editor:
Jefri Ardi

Masyarakat Dayak di Desa Tabuan, Kabupaten Balangan, melaksanakan Aruh Adat Baharin sebagai tradisi syukur atas hasil panen padi ladang.–Google Image
RADARTVNEWS.COM – Indonesia memiliki beragam tradisi adat yang masih dijalankan masyarakat hingga saat ini. Salah satunya adalah Aruh Adat Baharin, tradisi masyarakat Dayak di Desa Tabuan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, yang menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil panen padi ladang.
Tradisi tersebut kembali dilaksanakan pada Minggu (25/10/2026). Pelaksanaan Aruh Adat Baharin tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan adat masyarakat setempat, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Mengutip informasi dari InfoPublik, Senin (26/10/2026), Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Balangan, Syahdi, menjelaskan bahwa Aruh Adat Baharin merupakan tradisi penting bagi masyarakat Dayak Balangan, khususnya di wilayah Halong. Pelaksanaannya memiliki tahapan dan ritual tertentu yang diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian tradisi tersebut diawali dengan ritual isiro, yaitu tahapan persiapan sebelum masyarakat membuka lahan untuk menanam padi. Tahapan ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian dalam kehidupan masyarakat adat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dijaga bersama.
Bagi masyarakat setempat, hasil panen memiliki arti penting karena berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Rasa syukur yang diwujudkan melalui tradisi adat menjadi bagian dari hubungan masyarakat dengan alam, lingkungan, dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Aruh Adat Baharin juga memperlihatkan bagaimana tradisi dapat bertahan melalui keterlibatan masyarakat yang masih menjalankan tahapan adatnya. Pengetahuan mengenai ritual dan tata cara pelaksanaan menjadi bagian penting dalam proses pewarisan budaya.
Di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan zaman, keberadaan tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya Indonesia tidak hanya ditemukan dalam pertunjukan besar atau festival yang ramai dikunjungi wisatawan. Tradisi yang tumbuh di desa-desa juga memiliki nilai sejarah dan sosial yang penting untuk diketahui.
Pengenalan Aruh Adat Baharin kepada generasi muda dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pemahaman tentang keberagaman budaya Indonesia.
Dengan mengenal latar belakang serta makna tradisi, generasi berikutnya dapat memahami bahwa setiap masyarakat memiliki cara tersendiri dalam menjaga hubungan dengan alam dan menghormati warisan leluhur.
Pelestarian tradisi tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat adat serta dukungan berbagai pihak agar pengetahuan budaya tidak berhenti pada satu generasi. Dengan demikian, Aruh Adat Baharin dapat terus menjadi bagian dari identitas masyarakat Dayak Balangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












