Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Unjuk Rasa Aliansi Lampung Melawan Tembus Barikade Kawat Berduri

×

Unjuk Rasa Aliansi Lampung Melawan Tembus Barikade Kawat Berduri

Share this article


Unjuk Rasa Aliansi Lampung Melawan Tembus Barikade Kawat Berduri




Aliansi Lampung Melawan dan elemen masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Lampung pada 27 Oktober 2026-ist-ist

Bandar Lampung, RADARTVNEWS.COM – Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan bersama mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Lampung pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Baca Juga :  EJAE Bintang KPop Demon Hunters Resmi Menikah dengan Sam Kim!

Aksi yang rencananya akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi baru berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB.

Dengan mengusung seruan “Rapor Merah untuk Rezim Pemerintahan Prabowo-Gibran” sebagai bentuk evaluasi atas dua tahun kepemimpinan nasional, massa mulai merangsek masuk ke halaman Gedung DPRD Lampung menerobos baricade kawat berduri. 

?Gerakan massa yang sebelumnya diniatkan melibatkan partisipasi luas dari berbagai kalangan, mulai dari kelas pekerja, petani, nelayan, pelajar, pekerja kantoran, ojek online, guru honorer, perempuan, suporte hingga kolektif seni dan literasi, hanya tampak diikuti Elemen Mahasiswa dan sejumlah organisasi extra mahasiswa dan sejumlah buruh. 

Baca Juga :  23 Perkara Kejahatan Kehutanan Terjadi di Bukit Barisan dalam 10 Tahun, 75 Pelaku Terseret Kasus

Aparat kepolisian tampak berjaga-jaga memblokade aksi mahasiswa yg menuju ke gedung DPRD Lampung. 

Diketahui, sebelum menggelar aksi turun ke jalan, aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil ini telah lebih dulu melakukan konsolidasi lanjutan di Pelataran Museum Lampung pada Sabtu (24/10) untuk mematangkan persiapan serta merumuskan delapan poin tuntutan utama rakyat.

?Dalam aksi hari ini, massa dari titik kumpul Museum Lampung akan membawa tiga isu pokok yang mendesak, yaitu penanganan krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masalah kelangkaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta tekanan persoalan ekonomi nasional yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Perempuan Dianggap Lebih Jago Multitasking daripada Laki-Laki, Mitos atau Fakta

Melalui aksi ini, massa menargetkan capaian berupa desakan agar pemerintah daerah bersama Forkopimda meneruskan seluruh tuntutan masyarakat langsung kepada pemerintah pusat.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link