Selasa 27-10-2026,13:34 WIB
Reporter:
MG – Puja Yana|
Editor:
Jefri Ardi

Fenomena Hunter’s Moon-ilustrasi-Magnific
RADARTVNEWS.COM — Fenomena Bulan Pemburu atau Hunter’s Moon dapat disaksikan masyarakat di seluruh wilayah Lampung pada Senin (26/10/2026) malam hingga Selasa (27/10/2026) pagi. Fenomena bulan purnama ini dapat diamati mulai pukul 17.50 WIB hingga 05.10 WIB, selama kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menyampaikan bahwa masyarakat dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung tanpa menggunakan alat bantu khusus.
Menurut Iqbal, waktu pengamatan berlangsung sejak Senin sore hingga Selasa pagi. Namun, kondisi cuaca menjadi faktor penting yang menentukan apakah Bulan Pemburu dapat terlihat dengan jelas.
Berdasarkan pantauan Lampung Geh pada Senin (26/10/2026) pukul 19.00 WIB, Bulan Pemburu belum terlihat di kawasan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Saat itu, kondisi langit yang gelap dan mendung menghalangi pengamatan.
Mengenal Fenomena Hunter’s Moon
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Hunter’s Moon merupakan istilah tradisional untuk bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon atau Bulan Panen.
Nama Bulan Pemburu berasal dari tradisi kalender penduduk asli Amerika, khususnya suku Algonquian, serta para pemukim awal Eropa. Jika Bulan Panen menandai masa panen, Bulan Pemburu secara historis berkaitan dengan kegiatan berburu dan mengumpulkan persediaan makanan sebelum musim dingin.
Pada masa lalu, ladang yang telah dipanen membuat hewan seperti rusa dan rubah lebih mudah ditemukan karena mencari sisa hasil panen. Cahaya bulan purnama juga membantu para pemburu melacak hewan buruan pada malam hari.
Masyarakat Bisa Mengamati Tanpa Alat Khusus
Masyarakat Lampung yang ingin menyaksikan Hunter’s Moon tidak memerlukan teleskop atau peralatan khusus. Pengamatan dapat dilakukan secara langsung dengan memilih lokasi yang memiliki pandangan langit terbuka dan minim penghalang.
Meski demikian, cuaca cerah menjadi syarat utama agar fenomena ini dapat terlihat. Awan tebal dan kondisi mendung, seperti yang terjadi di sebagian wilayah Bandar Lampung saat pemantauan, dapat menghalangi pandangan terhadap bulan.
Masyarakat disarankan memantau kondisi langit di wilayah masing-masing selama periode pengamatan. Dengan cuaca yang mendukung, fenomena Hunter’s Moon dapat menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan bulan purnama sekaligus mengenal tradisi penamaan fenomena astronomi tersebut.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
lampung geh news (@lampunggehnews)












