Kamis 29-10-2026,23:59 WIB
Reporter:
MG – Annisa Nayla Meriza|
Editor:
Jefri Ardi

200 penumpang kapal pesiar terlantar di Sihanoukville–
RADARTVNEWS.COM – Sekitar 200 penumpang kapal pesiar mewah MV Odyssey terlantar di Kota Sihanoukville, Kamboja, setelah perusahaan pengelolanya, Villa Vie Residences, menghentikan operasional pelayaran akibat tekanan keuangan yang dipicu lonjakan harga bahan bakar.
Keputusan mendadak tersebut membuat para penumpang harus meninggalkan kapal pada Selasa (27/10/2026) waktu setempat. Mereka dilaporkan hanya diberi waktu sekitar tujuh jam untuk mengemasi barang dan turun dari kapal.
Dilansir dari sejumlah media internasional, MV Odyssey sebelumnya menawarkan perjalanan keliling dunia dengan konsep hunian di atas kapal. Kapal tersebut berangkat dari Belfast, Irlandia Utara, pada Oktober 2024 dan direncanakan berlayar selama beberapa tahun.
Kapal itu tiba di Pelabuhan Sihanoukville pada 23 Oktober 2026 dari Thailand dengan membawa 203 penumpang dan 156 awak kapal. Perjalanan selanjutnya semula dijadwalkan menuju Vietnam.
Namun, rencana tersebut terhenti setelah perusahaan menyatakan biaya operasional sudah terlalu tinggi untuk ditanggung. Lonjakan harga bahan bakar disebut menjadi salah satu penyebab utama memburuknya kondisi keuangan operator kapal.
Villa Vie Residences mengungkapkan, biaya bahan bakar bulanan per kabin yang sebelumnya rata-rata sekitar US$1.800 meningkat menjadi sekitar US$6.000 hingga US$8.000 di sejumlah wilayah Asia.
Perusahaan mengaku telah berupaya menghematu konsumsi bahan bakar dengan memperlambat perjalanan dan memperpanjang waktu singgah di pelabuhan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menutupi kenaikan biaya operasional.
Pihak operator menyatakan tengah berkoordinasi dengan para penumpang untuk mengatur proses turun dari kapal dan mencari tempat tinggal sementara. Perusahaan juga berupaya melakukan restrukturisasi keuangan serta mencari tambahan modal.
Meski demikian, sejumlah penumpang mengaku kecewa karena harus mengatur kebutuhan mereka sendiri setelah diminta meninggalkan kapal. Beberapa penumpang memilih melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat, sementara lainnya masih bertahan di Sihanoukville sambil menunggu kepastian.
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Minta Maaf Usai Wartawan Dihalangi Liput Demo di Bundaran HI
Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran bagi penumpang yang telah membeli kabin untuk dijadikan tempat tinggal jangka panjang. Mereka sebelumnya berharap dapat menjalani kehidupan di atas kapal sambil mengunjungi berbagai negara.
Di tengah tekanan keuangan tersebut, operator dilaporkan mempertimbangkan langkah perlindungan kebangkrutan melalui mekanisme Chapter 11 di Amerika Serikat. Mekanisme ini memungkinkan perusahaan menyusun kembali utang dan kewajibannya di bawah pengawasan pengadilan.
Namun, rencana tersebut tidak berarti perusahaan telah resmi dinyatakan bangkrut. Hingga laporan ini disusun, kelanjutan operasional MV Odyssey dan nasib perjalanan para penumpangnya masih belum memiliki kepastian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
cnn indonesia












