Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Mengenal Siklus Ramadan 33 Tahun Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal

×

Mengenal Siklus Ramadan 33 Tahun Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal

Share this article


Mengenal Siklus Ramadan 33 Tahun Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal




Infografis skema Siklus Ramadan 33 Tahun berbasis Kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang memperlihatkan pola pergeseran tanggal dari tahun 2026 hingga 2057 Masehi. —

RADARTVNEWS.COM – Penentuan awal bulan suci Ramadan kerap menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam setiap tahunnya. Berdasarkan simulasi perhitungan Kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), pola pergeseran tanggal awal puasa Ramadan sebenarnya memiliki siklus berulang yang teratur setiap 33 tahun sekali.

Baca Juga :  Bawang Bombay Karamel Lebih Gurih dan Harum, Chef Ungkap Rahasia Tambahan Mentega

Siklus 33 tahun ini menggambarkan bagaimana awal Ramadan bergeser lebih maju dalam penanggalan Masehi, mulai dari tahun 2026 hingga 2057 Masehi, sebelum akhirnya kembali ke posisi tanggal yang sama di awal siklus.

Pergeseran tanggal ini terjadi karena perbedaan jumlah hari antara sistem penanggalan Hijriah dan Masehi. Kalender Hijriah mengacu pada sistem pemantauan peredaran bulan (lunar system) yang memiliki durasi 29 atau 30 hari dalam sebulan, sehingga total hari dalam setahun lebih pendek sekitar 10 hingga 12 hari dibandingkan kalender Masehi berbasis matahari (solar system).

Baca Juga :  Demo 28 Oktober, Ini Deretan Artis yang Turun ke Jalan Kawasan Bundaran HI

Akibat pergeseran teratur tersebut, umat Islam akan mengalami pelaksanaan ibadah puasa di berbagai musim yang berbeda sepanjang siklus 33 tahun, mulai dari musim dingin, musim semi, musim panas, hingga musim gugur di berbagai belahan dunia.

Fenomena Dua Kali Ramadan dan Perubahan Durasi Puasa

Dalam rentang siklus 33 tahun ini, terdapat pula fenomena unik di mana bulan Ramadan akan terjadi sebanyak dua kali dalam satu tahun Masehi, seperti yang diproyeksikan bakal berlangsung pada tahun 2030 (yakni pada awal dan akhir tahun Masehi).

Selain itu, posisi pergeseran tanggal ini juga memengaruhi durasi panjang-pendeknya waktu berpuasa di berbagai belahan bumi. Saat Ramadan bertepatan dengan bulan Juni (seperti pada tahun 2047), belahan bumi utara akan mengalami durasi puasa terpanjang, sementara belahan bumi selatan mengalami durasi puasa terpendek. Penerapan KHGT ini diharapkan dapat memberikan kepastian acuan penanggalan ibadah secara universal bagi umat muslim global.

Baca Juga :  Patung Merlion Singapura Ditutup 3 Hari, Ini Alternatif Spot Foto bagi Wisatawan

BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link