Senin 02-11-2026,14:01 WIB
Reporter:
MG – Revina Yuliani |
Editor:
Jefri Ardi

Ribuan anak muda di Jerman menggelar demonstrasi di puluhan kota pada 31 Oktober 2026. Mereka mendesak pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan, layanan kesehatan mental, serta memperhatikan persoalan biaya hidup.–DetikNews
RADARTVNEWS.COM – Ribuan anak muda dari generasi Z menggelar aksi demonstrasi di berbagai wilayah Jerman pada Sabtu (31/10/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan tuntutan agar pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan dan memperbaiki sejumlah fasilitas serta layanan publik yang dibutuhkan generasi muda.
Demonstrasi ini diinisiasi oleh kelompok bernama Gen Z regelt dan berlangsung di lebih dari 30 kota. Berdasarkan laporan yang dihimpun, aksi tersebut digelar di sekitar 34 kota dengan perkiraan jumlah peserta mencapai 120 ribu orang.
Para demonstran membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penambahan anggaran sekolah, peningkatan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kecanduan, hingga perluasan layanan psikoterapi. Mereka juga meminta pemerintah mengambil langkah untuk mengatasi kenaikan biaya hidup, memperkuat keadilan sosial, serta memperketat aturan terkait emisi gas rumah kaca.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gelombang demonstrasi anak muda di Eropa yang menyoroti kebijakan pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Sebelumnya, pelajar di Jerman juga sempat menggelar aksi penolakan terhadap rencana pemberlakuan kembali wajib militer.
Meski sebagian besar demonstrasi berlangsung secara damai, sejumlah insiden kericuhan dilaporkan terjadi di Frankfurt. Sekelompok orang tak dikenal melakukan perusakan toko, memecahkan kaca bangunan, hingga melemparkan bom molotov. Beberapa barang dagangan juga dilaporkan hilang akibat penjarahan.
Situasi serupa terjadi di sekitar Gereja Katedral Köln. Sejumlah orang dilaporkan melemparkan botol dan benda lainnya ke arah petugas kepolisian. Akibat kejadian tersebut, lima orang diamankan karena diduga terlibat dalam kericuhan.
Untuk mengendalikan situasi di Frankfurt, sekitar 1.000 personel khusus dikerahkan. Polisi juga mengamankan 30 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.
Penyelenggara demonstrasi sebelumnya telah menyerukan agar seluruh peserta menyampaikan aspirasi secara damai dan menghindari tindakan kekerasan. Aksi ini memperlihatkan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian generasi muda Jerman, terutama mengenai akses pendidikan, kesejahteraan, dan masa depan mereka.
BACA JUGA:Kasus Darurat Militer, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
idn times












