Kamis 05-11-2026,13:24 WIB
Reporter:
MG – Salsabila Indiana Putri|
Editor:
Jefri Ardi

Suasana aktivitas warga di salah satu kawasan perkotaan di Korea Selatan yang kerap menjadi perbincangan terkait standar biaya hidup dan pendapatan.–Dokumentasi Asli by Markus Winkler on Unsplash Advertisement
RADARTVNEWS.COM – Perbincangan mengenai perbandingan taraf kesejahteraan dan biaya hidup antara Indonesia dengan negara lain kembali menjadi sorotan warganet di media sosial. Kali ini, sebuah unggahan yang menyoroti besaran Upah Minimum Regional (UMR) serta tarif transportasi udara di Korea Selatan mendadak viral dan menuai perdebatan luas.
Dalam narasi yang dibagikan, seorang warga membandingkan betapa tingginya standar pendapatan pekerja di Korea Selatan yang disebut-sebut bisa mencapai kisaran Rp28 juta, berbanding terbalik dengan harga tiket pesawat antarkota domestik yang dinilai sangat terjangkau yakni sekitar Rp300 ribuan saja.
Soroti Kesenjangan Pendapatan dan Daya Beli
Unggahan tersebut sontak memicu beragam respons dari netizen tanah air. Sebagian besar warganet memperdebatkan rasionalitas antara besaran pemasukan dengan beban biaya hidup sehari-hari yang harus ditanggung oleh masyarakat di masing-masing negara.
Perbandingan ini dinilai mencerminkan bagaimana dinamika ekonomi, struktur upah, serta subsidi transportasi publik di luar negeri memberikan kemudahan mobilitas bagi warganya, yang kemudian memicu diskusi mengenai tantangan finansial kelas pekerja di Indonesia.
Perlu Meninjau Sisi Lain Biaya Hidup di Korsel
Kendati angka pendapatan minimum di Korea Selatan tergolong tinggi, sejumlah pihak mengingatkan bahwa besaran gaji tersebut harus dilihat secara komprehensif berdampingan dengan komponen pengeluaran pokok.
Biaya hidup di Negeri Ginseng, seperti tarif sewa tempat tinggal (housing), harga bahan pangan, utilitas, hingga beban pajak juga dikenal sangat tinggi. Oleh sebab itu, tingginya nominal gaji belum tentu otomatis mencerminkan sisa tabungan atau daya beli yang lebih besar apabila diimbangi dengan tingginya biaya penunjang kehidupan di perkotaan besar.
BACA JUGA:Media Sosial dan Standar Kehidupan Semu yang Membebani Anak Muda
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












