Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Kementerian Kebudayaan Peringati 130 Tahun Aman Datuk Madjoindo, Dorong Karya Sastra Indonesia Mendunia

×

Kementerian Kebudayaan Peringati 130 Tahun Aman Datuk Madjoindo, Dorong Karya Sastra Indonesia Mendunia

Share this article


Kementerian Kebudayaan Peringati 130 Tahun Aman Datuk Madjoindo, Dorong Karya Sastra Indonesia Mendunia




–Kementerian Kebudayaan RI

RADARTVNEWS.COM – Kementerian Kebudayaan memperingati 130 tahun kelahiran sastrawan Aman Datuk Madjoind melalui kegiatan mengenang kiprahnya dalam perkembangan sastra Indonesia. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian karya sastra klasik sekaligus mendorong pengenalannya ke tingkat internasional.

Kegiatan bertajuk Mengenang 130 Tahun Aman Datuk Madjoindo tersebut digelar di Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Acara ini dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Aman Datuk Madjoindo terhadap dunia literasi Indonesia.

Baca Juga :  Mulai 1 November 2026, Tarif Parkir Bandara Radin Inten II Disesuaikan

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan bahwa Aman Datuk Madjoindo merupakan salah satu sastrawan produktif yang telah menghasilkan 54 karya sastra, termasuk 20 novel. Salah satu karya terkenalnya adalah Si Doel Anak Betawi yang diterbitkan Balai Pustaka pada 1932.

Karya tersebut tidak hanya dikenal sebagai novel, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari budaya populer Indonesia. Kisah Si Doel telah diadaptasi ke berbagai media, mulai dari film layar lebar hingga serial televisi yang dikenal luas oleh masyarakat.

Fadli menilai karya Aman Datuk Madjoindo memiliki nilai penting dalam merekam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Betawi. Penggunaan bahasa serta dialek Betawi dalam karyanya menjadi salah satu bentuk penggambaran identitas budaya melalui sastra.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Mainan, Squishy dan Slime Bisa Jadi Teman Pekerja Hadapi Stres

Selain memberikan penghargaan terhadap karya-karya terdahulu, Fadli Zon juga mendorong penguatan ekosistem sastra nasional melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN). Program tersebut diarahkan untuk mendukung lahirnya sastrawan muda, memperluas pengembangan karya, serta meningkatkan pengakuan sastra Indonesia di tingkat internasional.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penerjemahan 15 buku sastra kontemporer dan enam buku klasik terbitan Balai Pustaka ke berbagai bahasa asing. Fadli secara khusus berharap novel Si Doel Anak Betawi dapat segera diterjemahkan agar bisa dinikmati oleh pembaca dari berbagai negara.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan turut meluncurkan buku Tambo Minangkabau. Buku tersebut mengangkat kekayaan tradisi lisan dan pengetahuan budaya masyarakat Minangkabau sebagai bagian dari upaya memperkuat dokumentasi warisan budaya Indonesia.

Baca Juga :  Kai dan Sehun EXO Bakal Debut Sebagai Unit Baru pada Bulan Desember

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan.

BACA JUGA:Fosil Burung Raksasa Ditemukan di Flores, Beratnya Diperkirakan Mencapai 3,9 Kilogram

Melalui peringatan tersebut, pemerintah berharap karya dan pemikiran Aman Datuk Madjoindo dapat terus dikenal oleh generasi muda. Upaya pelestarian dan penerjemahan sastra klasik diharapkan tidak hanya menjaga warisan literasi nasional, tetapi juga memperluas jangkauan kebudayaan Indonesia di kancah internasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

kementerian kebudayaan ri



Source link