Sabtu 07-11-2026,15:39 WIB
Reporter:
MG – Rahma Chaliva Chairunisa|
Editor:
Jefri Ardi

Singkong merupakan bahan pangan yang mengandung senyawa alami penghasil sianida sehingga perlu diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.–
RADARTVNEWS.COM – Singkong dikenal sebagai salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan dan kerap diolah menjadi berbagai makanan, seperti keripik, gorengan, tape, hingga Singkong rebus.
Namun, di balik kepopulerannya, umbi-umbian ini ternyata memiliki kandungan alami yang berpotensi menghasilkan zat beracun.
Senyawa tersebut dikenal sebagai glikosida sianogenik.
Jika jaringan singkong rusak akibat dipotong, diparut, atau dihancurkan, senyawa ini dapat bereaksi dengan enzim alami dan melepaskan hidrogen sianida (HCN).
Hidrogen sianida merupakan zat beracun yang dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu.
Karena itu, singkong tidak boleh dikonsumsi mentah atau diolah secara sembarangan.
BACA JUGA:Senyawa Alami dalam Brokoli Diteliti untuk Bantu Atasi Penyakit Saraf Langka
Dilansir dari detikSumut, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menjelaskan bahwa singkong mengandung dua jenis glikosida sianogenik, yakni linamarin dan lotaustralin.
Kandungan tersebut secara alami terdapat pada umbi singkong dengan kadar yang berbeda-beda.
Perbedaan kadar senyawa beracun ini juga membuat singkong dikenal dalam dua kelompok, yaitu singkong manis dan singkong pahit.
Singkong manis umumnya memiliki kandungan sianida lebih rendah, sedangkan singkong pahit dapat mengandung kadar yang jauh lebih tinggi.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis tanaman dan kondisi pertumbuhannya.
Oleh sebab itu, karakteristik singkong perlu diperhatikan sebelum menentukan metode pengolahannya.
Cara Mengurangi Kandungan Racun pada Singkong
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
detiksumut












