Kamis 15-10-2026,02:28 WIB
Reporter:
MG – Shofy Yulia |
Editor:
Jefri Ardi

-Kementerian Pekerjaan Umum RI –
RADARTVNEWS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan penanganan tahap awal Jalur Lintas Utara Flores sepanjang 418,62 kilometer melalui skema Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah (IJD). Usulan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana.
Usulan itu disampaikan Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, dalam kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (9/10/2026).
Dalam rencana tersebut, kebutuhan anggaran untuk penanganan jalur sepanjang 418,62 kilometer diperkirakan mencapai Rp5,2 triliun. Anggaran itu mencakup pekerjaan fisik, desain, pengawasan, manajemen konstruksi, serta penyiapan dokumen kelayakan lingkungan yang direncanakan pada 2027.
Sebagai tahap awal, penanganan akan difokuskan pada ruas Labuan Bajo–Boleng dan Boleng–Terang. Kedua ruas tersebut diusulkan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp84 miliar melalui skema IJD.
Direktur Preservasi Wilayah II Direktorat Jenderal Bina Marga, Freddy Siagian, turut menyampaikan rencana penanganan awal pada kedua ruas tersebut. Secara keseluruhan, Jalur Lintas Utara Flores mencakup 16 ruas jalan yang melintasi tujuh kabupaten.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik rencana tersebut. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terkait menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi penyediaan lahan guna mendukung pelaksanaan pembangunan.
Selain memperlancar mobilitas masyarakat, jalur tersebut diharapkan dapat mendukung akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, mendorong aktivitas ekonomi, serta mempermudah mobilisasi ketika terjadi bencana.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menilai kesiapan lahan yang difasilitasi pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Ia juga menyoroti perlunya kepastian skema pembiayaan agar proyek tersebut dapat direalisasikan.
BACA JUGA:PLN Pastikan Listrik Batam Kembali Normal 100 Persen, Pemulihan di Bintan Masih Berlangsung
Pembangunan Jalur Lintas Utara Flores diharapkan dapat memperkuat konektivitas darat di kawasan tersebut, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
kementerian pekerjaan umum ri












