Scroll untuk membaca artikel
Bandarlampung

Digoyang Mahasiswa, Rektorat Menyerah

2
×

Digoyang Mahasiswa, Rektorat Menyerah

Share this article
foto dokumen Radar TV

Radartvnews.com- Setelah 3 hari menduduki Gedung Rektorat, akhirnya birokrat kampus Universitas Lampung menerima perwakilan mahasiswa untuk melakukan mediasi membahas tuntutan yang mereka sampaikan. Namun, hasil mediasi yang berlangsung sejak pukul 09:00 WIB hingga 12:00 WIB (4/10) hanya 4 tuntutan yang dikabulkan oleh Rektor Unila Hasriadfi Mat Akin.

Sementara 2 tuntutan lainnya, terkait pencopotan jabatan Wakil Rektor 3, serta Wakil Dekan 1 dan 2 Fakultas Teknik. Birokrat kampus belum bisa memberikan keputusan, sehingga membuat suasana sedikit memanas. Ditambah lagi Rektor beserta anggota senat lainnya meninggalkan Gedung Rektorat dengan pengawalan petugas keamanan.

Fauzul Adzim presiden BEM Unila menyatakan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Unila Berdaulat bersepakat tetap berada di Gedung Rektorat hingga tuntutan mereka semua dikabulkan.

Gerakan Mahasiswa Unila Berdaulat bersepakat tetap berada di Gedung Rektorat hingga tuntutan mereka semua dikabulkan,” kata Fauzul.

Sementara pihak Rektorat Unila, hingga kini belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut terkait 2 tuntutan mahasiswa yang belum dikabulkan.

Diberitakan sebelumnya ribuan mahasiswa Universitas Lampung melakukan aksi unjuk rasa didepan Gedung Rektorat menuntut Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Wakil Dekan 1 dan 2 Fakultas Teknik  dicopot dari jabatannya. Serta dicabutnya, peraturan Rektor No 3 tahun 2017 tentang tata cara pemberian penghargaan dan sanksi kepada mahasiswa  karena dinilai membunuh demokrasi mahasiswa didalam kampus.(krp/san)