Scroll untuk membaca artikel
Bandarlampung

Polemik Sawit Ganti Jengkol, Ekonom Sebut Logika Aneh

4
×

Polemik Sawit Ganti Jengkol, Ekonom Sebut Logika Aneh

Share this article

Radartvnews.com- Harga jual kelapa sawit yang menurun drastis di Indonesia, menjadi alasan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta petani beralih ke komoditas dengan harga terjangkau. Jokowi mengatakan menurunnya harga sawit disebabkan faktor ekonomi global.

Sawit sangat sulit menjangkau harga tinggi disebabkan banyaknya hasil perkebunan itu yang mencapai 13 juta hektare dan produksinya 42 juta ton.

Pengamat Ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendi Cahya menilai jika kebijakan dilakukan butuh waktu yang lama untuk memanen tanaman petai maupun jengkol. Menurutnya, pemerintah seharusnya membuat kebijakan yang sudah terprogram dan matang karena merubah persoalan tersebut tidaklah mudah.

“pemerintah seharusnya membuat kebijakan yang sudah terprogram dan matang karena merubah persoalan tersebut tidaklah mudah,” ungkap Asrian.

Dia menilai, justru seharusnya pemerintah mencari solusi yang efektif kenapa harga sawit menjadi rendah, misalnya dengan memperhatikan peningkatan kualitas sawit menjadi bagus serta industri turunan diperhatikan.

“cari solusi yang efektif kenapa harga sawit menjadi rendah, misalnya dengan memperhatikan peningkatan kualitas sawit menjadi bagus serta industri turunan diperhatikan,” imbuhnya.

Ia juga menilai seharusnya pemerintah mempermudah perizinan bagi industri pengolahan produk seperti sawit. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor impor yang saat ini masih gencar dilakukan tetapi bagaimana produk bisa diolah sendiri.

Diketahui, jokowi menyarankan masyarakat agar tidak menanam sawit lagi ada baiknya menanam kopi, kulit manis, jengkol dan petai karena harganya jualnya tinggi.(lih/san)