Scroll untuk membaca artikel
Featured

Pedagang Ayam Geprek yang Merasa ’’Digeprek’’

43
×

Pedagang Ayam Geprek yang Merasa ’’Digeprek’’

Share this article
RESAH: Pedagang kuliner ayam menjerit karena melambungnya harga sembako.

Sembako Melambung, Harga Menu Tetap

 

Dua bulan sudah, harga sejumlah sembako melambung. Ini berdampak terhadap omset pemilik usaha warung makan. Mereka mengaku tak bisa menaikan harga, karena bakal membuat pelanggan hengkang.

 

Laporan Hendri Yansah , Bandarlampung

 

Seperti Agus, pelaku usaha ayam geprek dan warung makan di kawasan Telukbetung ini. Mereka menjelaskan bahan baku seperti cabai rawit, cabai caplak dan minyak goreng serta daging ayam potong terus naik. Akibatnya, usaha harus mengeluarkan modal lebih.

Agus salah satu pemilik warung ayam geprek di Jalan Setia Budi, Kuripan Bandarlampung, mengaku selama bahan pokok pembuatan ayam geprek naik dirinya tak pernah menaikan harga karena takut kehilangan pelanggan.

Dia mengaku resah dengan kenaikan harga cabai dan ayam potong yang dianggapnya sudah melambung tinggi. Dia berharap pemerintah segera mengupayakan penawaran dan harga kebutuhan pokok saat ini.

”Kita yang usaha kecil baru mulai bangkit dari aturan PPKM malah dihantam sama harga – harga yang mahal. Mudah – mudahan harga sudah segera turun, karena aktifitas sekarang sudah mulai normal, dagangan makanan mulai jalan lagi,” jelas pemilik usaha kecil ayam geprek ini.

Tidak hanya usaha ayam geprek yang mengeluhkan kenaikan harga komoditas, warung dengan menu yang beragam ikut merasakan dampak dari kenaikan barang kebutuhan pokok ini.

Seperti Mariyana, salahsatu pengelolaan warung makan di kawasan Jalan Hasanudin, Kangkung. Menurutnya harga cabai terus dan minyak goreng terus naik.

Sebelum Natal belum lama ini, harga telur ayam negeri mulai naik dari harga normalnya dikisaran Rp20-24 ribu menjadi Rp26 ribu saat ini mencapai Rp33 ribu. Di pasar yang sama, harga cabai rawit menembus hingga Rp110 ribu per kilogramnya. “Beginilah kondisinya,’ pelannya.

Menurut dia, kenaikan harga komoditas cabai rawit di periode Natal, Tahun Baru dan mejelang puasa adalah hal yang wajar. Namun, kata dia, kenaikan harga saat ini juga disumbang dari kondisi cuaca yang kurang bagus yang berdampak pada hasil panen cabai.

Sementara berdasarkan data Dinas Perdagangan Bandarlampung harga ayam potong per kilo di Pasar Pasirgintung Rp 43 ribu, telur Rp 26 ribu dan minyak goreng tawon Rp 18 ribu per liter. (*)

Editor : Rie Saksi