Scroll untuk membaca artikel
Ragam

Sahabat Kontroversial, Pencatat Wahyu, Pendiri Angkatan Laut Muslim, Berkonflik dengan Khalifah Ali

51
×

Sahabat Kontroversial, Pencatat Wahyu, Pendiri Angkatan Laut Muslim, Berkonflik dengan Khalifah Ali

Share this article

Dan di masa itu pula, untuk pertama kali, umat Islam berhasil membentuk pasukan angkatan laut yang hebat, dan ini sekali lagi adalah jasa Muawiyah.

Ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, Muawiyah tidak mau berbaiat, sikap Muawiyah inilah yang kemudian memicu berbagai peristiwa besar: Perang Shiffin.

Ini adalah peristiwa Tahkim, munculnya Khawarij, munculnya agama Syiah; namun Muawiyah selalu berhasil meredamnya. Hingga kini semua itu terus menjadi bahan kajian menarik.

Di antara gerakan jihad yang dilakukan Muawiyah adalah menghadapi Romawi Byzantium yang dikelilingi di Konstantinopel, yang ketika itu adalah palang pintu benua Eropa.

Dan yang paling spektakuler adalah keberhasilan Muawiyah menaklukkan Afrika Utara semuanya. Kemudian menaklukkan ke arah timur hingga mencapai Sijistan.

Sijistan merupakan perbatasan wilayah di timur Iran, di barat daya Afghanistan, dan ujung utara dari wilayah barat daya Pakistan. Wilayah pasir dan kaya garam.

Muawiyah telah mengabdikan hidupnya di jalan Allah selama empat puluh tahun; dua puluh tahun sebagai Gubernur dan dua puluh tahun sebagai Khalifah, yang sepanjang masa itu penuh dengan torehan jasa yang luar biasa bagi kaum muslimin.

Di akhir hidupnya, dia membaiat anak-anaknya, Yazid. Di masa Yazid inilah cucu Nabi melihat al Husain bin Ali terbunuh.

Muawiyah diakui oleh kalangan Sunni sebagai salah seorang Sahabat Nabi, meskipun keislamannya baru dilakukan setelah Mekkah ditaklukkan. 

Setelah Ali tewas, Hasan bin Ali dibaiat menjadi khalifah. Namun, Hasan menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Muawiyah mengubah kiat pendahulunya. Disinilah pertama kali sistem politik diubah.