Scroll untuk membaca artikel
Ragam

Sahabat Kontroversial, Pencatat Wahyu, Pendiri Angkatan Laut Muslim, Berkonflik dengan Khalifah Ali

51
×

Sahabat Kontroversial, Pencatat Wahyu, Pendiri Angkatan Laut Muslim, Berkonflik dengan Khalifah Ali

Share this article

Kalau pada masa empat khalifah sebelumnya, pengangkatan khalifah dilakukan dengan cara pemilihan, maka Muawiyah mengubah kebijakan itu dengan cara turun-temurun. Karenanya, khalifah penggantinya adalah Yazid bin Muawiyah, anaknya sendiri.

Muawiyah adalah pendiri Daulah Umayyah. Bani Umayyah (Dinasti Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya (beribu kota di Damaskus); serta dari 756 sampai 1031 di Cordoba, Spanyol sebagai Kekhalifahan Cordoba.

Pada masa ini, kaum muslimin memperoleh kemajuan yang sangat pesat. Tidak hanya penyebaran agama Islam, tetapi juga penemuan-penemuan ilmu lainnya.

Ketika Byzantium mengerahkan tentaranya untuk memperlebar jajajahannya, ia tiba di beberapa wilayah kekuasaan Umayyah. Untuk mengusir tentara Bizantium itu, Muawiyah mengerahkan 1.700 kapal perang kecil yang mampu menghalau pasukan musuh.

Dengan tidak mengalami lelah, kaum Muslimin menaklukkan pulau Cyprus dan Rhodus di Laut Tengah.

Di samping itu, pada tahun 50 H, Muawiyah mengangkat Uqbah bin Nafi’ menjadi gubernur di Maroko. Dengan 10.000 tentara, ia berhasil mengalahkan orang-orang Romawi.

Ia juga dapat mengalahkan bangsa Barbar dan penduduk asli Afrika. Lebih dari itu semua, ia telah meletakkan nyanyian Daulah Umayyah yang telah mengharumkan nama Islam selama ratusan tahun.

Setelah menjadi gubernur di Palestina selama 10 tahun dan di Syam 10 tahun, serta sebagai Khalifah Daulah Umayyah selama 20 tahun, Muawiyah meninggal dunia pada Kamis pertengahan Rajab 60 H dalam usia 78 tahun di Damaskus.

Sebelum wafat, ia berwasiat untuk dikafani dengan gamis yang diberikan Rasulullah SAW kepadanya.(*)