Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Jalan Kaki 10 Km, Balita Sakit Meninggal Di Gendongan Orang Tua

52
×

Jalan Kaki 10 Km, Balita Sakit Meninggal Di Gendongan Orang Tua

Share this article
AKSES JAUH : Jajaran Polsek Pendopo, Empat Lawang mengantarkan jasad balita yang meninggal dalam perjalanan kaki menuju rumah sakit. (Foto Palpos)

INFORMASI ada pasien meninggal di dalam mobil ambulan saat dalam perjalanan menuju rumah sakit itu sudah biasa. Namun tidak dengan, Meilani Tari Algani. Balita yang baru berusia 4,5 tahun ini meninggal dalam gendongan saat perjalanan menuju klinik kesehatan, akhir pekan lalu.

Tari meninggal dalam gendongan sang ayah. Pasutri Martadinata dan Rita benar benar harus berjalan kaki, mencari pertolongan untuk menyelematkan putrinya yang sakit muntaber. Perjalanan dari Desa Landur, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan menuju klinik kesehatan terdekat jaraknya 10 kilometer.

Lantaran sudah larut malam dan kondisi jalan sudah sangat sepi, tidak ada warga yang dapat dimintai tolong untuk mengantarkan. Pasangan suami istri membawa anak sudah meninggal dunia diketahui oleh personel Polsek Pendopo Polres Empat Lawang.

Petugas tengah giat patroli malam antisipasi 3C di wilayah Pendopo dan Pendopo Barat. Patroli dipimpin Kapolsek Pendopo AKP Dwi Sapriadi dan didampingi 5 personil.

”Saat patroli dari arah Desa Muara Karang mengarah Pendopo, setibanya di Desa Gunung Meraksa Lama ada suami istri berjalan tergesa-gesa sambal menggendong anak,” ungkap Kapolsek.

Saat ditanya, keduanya mengatakan jikalau anaknya sakit. Karena sudah larut malam, polisi menawarkan bantuan mengantarkan ke rumah sakit.

”Dijawab oleh orang tuanya dengan nada sedih, jika anak dalam gendongan itu sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Selanjutnya, keluarga tersebut diantar pulang ke rumah duka menggunakan mobil patroli. Warga sekitar meminta agar pemerintah daerah membangun puskesmas pembantu. Termasuk meningkatkan kepedulian kepala desa dan pamong agar lebih responsif saat warganya membutuhkan pertolongan darurat. (*)