Scroll untuk membaca artikel
Unik dan Viral

Kades Cantik yang Viral Berdebat dengan Preman, Ternyata Lulusan Kampus Ternama ini

58
×

Kades Cantik yang Viral Berdebat dengan Preman, Ternyata Lulusan Kampus Ternama ini

Share this article
Photo IG indiraindh

Bukan saja karena latar belakang pendidikannya lulusan UI, Indah bertekad menjadi kades melainkan juga berdasarkan pengalamannya. Indah sendiri diketahui pernah engunjungi hampir 200 desa terpencil di pelosok Indonesia dari wilayah barat, Aceh hingga wilayah Timur.

Berbekal pengalamannya itu, Indah yang bekerja sebagai tenaga profesional mendampingi masyarakat di desa tersebut agar bisa berkembang melalui ekonomi desanya sendiri. Dari pengalaman selama bekerja di lapangan itulah Indah melihat potensi desa-desa bisa berkembang dan maju. Dirinya pun melihat desa terpencil yang jauh dari Kota tapi bisa maju dengan merubah ekonomi desanya.

Dari situlah, dirinya tergerak melihat kondisi desanya, tempat dirinya dilahirkan yang dia yakini pun bisa menjadi desa yang maju. Kades cantik ini meyakini karena desanya yang pada dasarnya tidaklah jauh dari kota.

Meski demikian, Indah merasa jika ia belum memiliki pengalaman yang cukup. Namun Indah Apriati bertekad untuk melanjutkan mimpi dan cita citanya tersebut. Oleh karena itu, ia ingin mendobrak paradigma tersebut agar politik di wilayahnya berlangsung sehat.

“Saya mencoba merubah paradigma itu, bahwa kalau memlih itu jangan asal siapa yang mau kasih uang, tapi memberikan dedikasi dan edukasi kepada warga,”

“Kalau dikasih uang sekarang jangan marah kalau ke depannya bisa terjadi korupsi dan lain-lain, karena pasti dia memikirkan bagaimana caranya untuk balik modal,” paparnya.

Bukan saja menyadarkan warga soal pemilihan, lewat kesempatan itulah Indah juga sekaligus memberikan edukasi dan memperkenalkan dirinya.

Demikian, dengan latar belakang dan pengalamannya terjun ke desa-desa terpencil dan perjuangan itulah kini ia berhasil menjadi kades.

Namun, setelah menjabat sebagao kades, perjuangan Indah sebenarnya masih permulaan.

Indah menceritakan posisinya sebagai kades muda kerap kali diremehkan.

Alumni FH UI itu menceritakan selama bekerja sebagai kades, ia merasa miris karena kerap kali tak dikenali warganya.

“Sering banget (diremehkan), aduh bahkan kalau beberapa orang datang ke kantor desa, mereka gak tahu kepada desanya yang mana,” ungkap Indah.

Meski demikian dirinya tak patah arang demi memajukan perekonomian di desanya. (*)