Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Rem Mendadak?

25
×

Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Rem Mendadak?

Share this article

Jadi, walaupun masinis dari jauh sudah melihat ada kendaraan di tengah rel, biasanya tetap terlambat melakukan pengereman.

SULIT REM : Semakin berat bobot kendaraan semakin sulit melakukan pengereman. (Foto KAI)

PERISTIWA tiga kecelakaan kereta api terjadi pada Selasa 18 Juli 2023. Kecelakaan pertama di Medan, Sumatera Utara, sekira pukul 10 pagi, KA Sribilah Utama relasi Rantau Perapat – Medan menabrak minibus yang terobos jalur perlintasan.

Selang lima jam kemudian, KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang – Baturaja menabrak truk tebu di perlintasan tanpa palang pintu, Lampung Utara.

Berikutnya, sekitar pukul 19.32 WIB, KA 112 Brantas relasi Pasar Senen-Blitar menabrak truk tronton di petak jalan Jerakah-Semarang Poncol.

Awam tentu bertanya tanya, meski memiliki system pengereman, mengapa kereta api tidak bisa melakukan pengereman mendadak?

Berikut penjelasan ilmiahnya. Kereta memiliki jalur khusus bebas hambatan sehingga membuat perjalanan makin cepat. Dengan, lewat jalur khusus itu, kereta bisa melaju kencang, tembus sampai 180 kilometer perjam.

Tidak seperti alat transportasi darat lainnya, kereta merupakan kendaraan yang tidak bisa berhenti mendadak. Kereta memerlukan jarak tertentu untuk dapat berhenti secara sempurna terhitung sejak tuas rem ditarik. Kereta baru bisa berhenti sempurna setidaknya setelah 1,6 kilometer sejak pengereman.

Nah, proses ini yang membuat banyak terjadi kecelakaan kereta api.

Alasan Kereta Tidak Bisa Berhenti Mendadak

Kendaraan Berat

Umumnya, satu lokomotif kereta penumpang menarik hingga 12 gerbong. Kapasitas satu gerbongnya mulai 80 hingga 106 kursi.