Rabu 28-10-2026,22:50 WIB
Reporter:
MG – Yuha Ilaiya Nafiah|
Editor:
Jefri Ardi

WAKABEM UI Fathimah Azzahra, Rabu (28/10). -Tangkapan Layar Akun TikTok @dalimskuy2-TikTok
JAKARTA, RADARTVNEWS.COM — Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, menyampaikan orasi dalam aksi demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Dalam aksi yang berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Fathimah menekankan pentingnya persatuan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak yang seharusnya diperoleh.
Menurutnya, perubahan tidak akan terwujud apabila masyarakat hanya bergerak sendiri-sendiri tanpa adanya kebersamaan.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan hak membutuhkan keterlibatan dan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat. Karena itu, momentum demonstrasi tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa suara masyarakat perlu disatukan agar aspirasi dapat diperjuangkan bersama.
“Hari ini harus menjadi peringatan bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita inginkan kalau kita tidak turun bersama-sama. Bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan hak-hak kita kalau kita tidak bersatu,” ujar Fathimah saat berorasi di Bundaran HI.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang setiap tahunnya menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya persatuan.
Semangat kebersamaan yang terkandung dalam peringatan tersebut juga menjadi salah satu pesan yang disampaikan Fathimah kepada massa aksi.
BACA JUGA:Aksi 28 Oktober: 79 Angkot dan 18 Minibus Angkut Mahasiswa Menuju Bundaran HI
Sebelum mencapai titik demonstrasi, massa sempat mendapatkan penghadangan dari aparat kepolisian. Meski menghadapi situasi tersebut, massa kemudian berkumpul di kawasan Bundaran HI untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Kehadiran massa di lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyuarakan berbagai persoalan yang dianggap penting bagi masyarakat. Dalam orasinya, Fathimah juga menyoroti persoalan kebijakan anggaran, pengelolaan lahan, hingga perlindungan ruang sipil.
Ia menilai, berbagai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat dalam mengawasi dan memperjuangkan kepentingan bersama. Menurutnya, persatuan menjadi salah satu kekuatan penting untuk mempertahankan hak-hak publik.
Fathimah menyebut demonstrasi bukan hanya menjadi kegiatan menyampaikan pendapat, tetapi juga simbol perjuangan masyarakat dalam mempertahankan ruang kebebasan.
“Tapi dalam hal-hal lainnya bagaimana anggaran kita dikeluarkan, bagaimana lahan-lahan kita dikelola, bagaimana ruang-ruang sipil kita harus dipertahankan, itu semua bergantung pada kita seperti hari ini. Bahwa kalau kita bersatu, kita baru bisa mewujudkan semua itu,” ujarnya.
Melalui orasi tersebut, Fathimah kembali menegaskan bahwa perjuangan masyarakat membutuhkan persatuan dan partisipasi bersama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












