Rabu 28-10-2026,22:39 WIB
Reporter:
MG – Revina Yuliani |
Editor:
Jefri Ardi

Labu kuning bisa diolah menjadi donat lembut dengan warna alami yang menarik. –IDN Times
RADARTVNEWS.COM – Labu kuning biasanya diolah menjadi kolak atau berbagai kue tradisional. Namun, bahan pangan ini juga bisa dikreasikan menjadi donat dengan tekstur empuk dan isian krim yang lumer.
Resep donat labu ini menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan. Labu kuning kukus memberikan warna kuning alami sekaligus rasa manis ringan pada adonan. Sementara itu, tambahan krim keju menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih yang membuat camilan semakin menarik.
Untuk membuat sekitar 10–12 buah donat, bahan yang diperlukan antara lain 250 gram tepung terigu protein tinggi, 100 gram labu kuning kukus yang sudah dihaluskan, 35 gram gula pasir, 4 gram ragi instan, satu butir telur, 40–50 mililiter susu cair, 30 gram butter atau margarin, garam, serta minyak goreng.
Sementara itu, isian krim dibuat menggunakan 100 mililiter whipping cream dingin, 40 gram cream cheese, 25 gram gula halus, dan setengah sendok teh ekstrak vanila.
Cara membuatnya dimulai dengan mencampurkan tepung, gula, ragi, labu halus, telur, dan susu secara bertahap. Adonan kemudian diuleni bersama butter dan garam hingga kalis serta elastis.
Setelah itu, diamkan adonan selama 45–60 menit hingga mengembang dua kali lipat. Bagi menjadi 10–12 bagian, bulatkan, lalu lakukan fermentasi kedua selama 20–30 menit.
Goreng donat menggunakan api kecil hingga sedang sampai matang dan berwarna keemasan. Untuk isiannya, kocok whipping cream bersama gula halus, kemudian tambahkan cream cheese dan vanila hingga teksturnya lembut.
Pastikan donat sudah dingin sebelum diberi isian agar krim tidak mudah meleleh. Buat lubang kecil di sisi donat, lalu masukkan krim menggunakan plastik segitiga.
Kunci menghasilkan donat yang empuk terletak pada proses pengulenan, waktu fermentasi, dan suhu minyak. Susu sebaiknya ditambahkan sedikit demi sedikit agar adonan tidak terlalu lembek karena kadar air labu bisa berbeda-beda.
BACA JUGA:Hari Animasi Internasional, Mengenal Sejarah Pertunjukan Animasi Sebelum Era Digital
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
idn times












