Jumat 30-10-2026,17:25 WIB
Reporter:
MG – Adinda Laudya Syifa|
Editor:
Jefri Ardi

Lagu Bye Bye Badman yang terinspirasi dari insiden demo di Paris pada tahun 1968.–
RADARTVNEWS.COM — Lemon dikenal sebagai buah yang sering digunakan dalam minuman dan makanan. Namun, di balik rasanya yang asam, buah berwarna kuning ini memiliki kaitan dengan sejarah demonstrasi mahasiswa di Paris, Prancis, pada Mei 1968.
Peristiwa Mei 1968 merupakan salah satu gelombang protes sosial terbesar dalam sejarah modern Prancis. Demonstrasi yang awalnya melibatkan mahasiswa kemudian meluas dengan partisipasi buruh dan berbagai kelompok masyarakat. Gerakan tersebut menyoroti persoalan pendidikan, kondisi kerja, kebebasan individu, hingga penolakan terhadap otoritas yang dianggap terlalu membatasi masyarakat.
Di tengah bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian, lemon dikaitkan dengan upaya demonstran menghadapi paparan gas air mata. Buah ini dipercaya dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat paparan gas tersebut, meskipun lemon tidak terbukti sebagai perlindungan yang efektif terhadap gas air mata.
Dari pengalaman tersebut, lemon memperoleh makna simbolis dalam sejumlah representasi budaya yang berkaitan dengan demonstrasi Paris 1968. Buah yang sehari-hari identik dengan kebutuhan dapur itu kemudian dikaitkan dengan ketahanan dan perlawanan demonstran.
Kaitan antara lemon dan demonstrasi Paris juga muncul dalam dunia musik. Band rock asal Inggris, The Stone Roses, mengangkat referensi tersebut melalui lagu Bye Bye Badman yang terdapat dalam album debut mereka pada 1989. Lagu tersebut terinspirasi oleh peristiwa Mei 1968 di Paris. Sampul album debut The Stone Roses juga menampilkan elemen visual berupa irisan lemon dan warna yang merujuk pada bendera Prancis.
Referensi tersebut memperlihatkan bagaimana peristiwa politik dan sosial dapat memengaruhi karya seni, bahkan puluhan tahun setelah kejadian berlangsung.
Kisah lemon menunjukkan bahwa simbol perlawanan tidak selalu berasal dari bendera, slogan, atau atribut politik. Benda sederhana juga dapat memperoleh makna yang lebih luas ketika dikaitkan dengan pengalaman kolektif suatu kelompok masyarakat.
Dalam berbagai gerakan sosial, simbol memiliki peran penting untuk menyampaikan identitas, solidaritas, dan pesan tertentu tanpa harus selalu menggunakan kata-kata. Meski demikian, lemon bukan simbol resmi seluruh gerakan demonstrasi di Prancis. Maknanya lebih berkaitan dengan konteks historis demonstrasi Paris 1968 dan representasinya dalam budaya populer.
Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa makna sebuah benda dapat berubah mengikuti pengalaman masyarakat dan perjalanan waktu. Sesuatu yang awalnya dianggap biasa dapat menjadi simbol yang terus dikenang ketika melekat pada peristiwa penting dalam sejarah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
bye bye badman oleh the stone roses.












