Rabu 21-10-2026,19:52 WIB
Reporter:
MG – Kathina Octavia|
Editor:
Jefri Ardi

Dokumentasi Acara Workshop-UPTD Museum Lampung-museumtrans.lampungprov.go.id
PESAWARAN, RADARTVNEWS.COM — Koleksi museum tidak hanya menjadi objek untuk dilihat. Melalui workshop melukis di media tampah, Museum Ketransmigrasian Lampung mengangkat koleksinya sebagai bagian dari kegiatan kreatif bertema pelestarian warisan budaya.
Publikasi resmi museum menyebut kegiatan “Workshop Melukis Koleksi Museum di Media Tampah” berlangsung di Auditorium Museum Ketransmigrasian, Pesawaran, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Penyelenggaranya adalah UPTD Museum Ketransmigrasian Lampung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mengenalkan koleksi: menjadikannya objek lukisan. Perhatian tidak hanya diarahkan pada benda yang dipamerkan, tetapi juga pada bagaimana koleksi tersebut dihadirkan kembali melalui karya peserta.
Menghubungkan Koleksi dan Kreativitas
Tema pelestarian warisan budaya melalui kreativitas menjadi dasar kegiatan yang tercantum dalam publikasi resmi museum. Pilihan melukis koleksi di media tampah mempertemukan unsur koleksi, kegiatan seni, dan media yang digunakan dalam satu workshop.
Hubungan ketiganya menjadi sisi menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Koleksi apa yang dipilih sebagai objek lukisan? Mengapa tampah digunakan? Pengetahuan apa yang ingin diperkenalkan melalui kegiatan tersebut?
Jawaban atas pertanyaan itu penting agar pembaca dapat memahami kegiatan ini lebih dari sekadar agenda melukis. Nama, fungsi, serta latar belakang koleksi yang dijadikan objek merupakan bagian yang dapat memperkaya pemberitaan tentang warisan budaya.
BACA JUGA:Pisang Jadi Buah Terbanyak di Pesawaran, Ternyata Bisa Diolah Jadi Camilan hingga Menu Sehat
Manfaat Kegiatan Perlu Dilihat dari Pengalaman Peserta
Tema kegiatan menunjukkan arah pelestarian budaya yang ingin diangkat penyelenggara. Namun, tujuan tersebut perlu dibedakan dari hasil yang benar-benar dirasakan peserta. Publikasi yang berhasil ditelusuri belum memberikan informasi memadai mengenai pengalaman peserta atau pengetahuan baru yang mereka peroleh.
Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa workshop telah meningkatkan pemahaman sejarah atau kecintaan peserta terhadap budaya.
Keterangan pengelola, pemateri, dan peserta diperlukan untuk memperlihatkan hubungan antara proses melukis dengan pemahaman terhadap koleksi. Dengan cara itu, kebermaknaan kegiatan tidak hanya dinilai dari karya yang dihasilkan, tetapi juga dari cerita tentang koleksi yang dapat dipahami dan disampaikan kembali.
Workshop ini membuka sudut pandang tentang cara museum memperkenalkan warisan budaya melalui kegiatan kreatif. Tantangan berikutnya adalah memperlihatkan bagaimana kegiatan tersebut menghubungkan peserta dengan pengetahuan di balik benda yang mereka lukis.
BACA JUGA:Judi Online dan Narkoba Mengintai Anak Muda, Pesantren di Pesawaran Perkuat Benteng Generasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
situs resmi museum ketransmigrasian lampung












