Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Kualitas Tidur Diduga Berkaitan dengan Bakteri Usus, Peneliti Temukan Hubungan yang Menarik

×

Kualitas Tidur Diduga Berkaitan dengan Bakteri Usus, Peneliti Temukan Hubungan yang Menarik

Share this article


 Kualitas Tidur Diduga Berkaitan dengan Bakteri Usus, Peneliti Temukan Hubungan yang Menarik




Ilustrasi mikrobiota usus yang menjadi objek penelitian mengenai hubungan kesehatan pencernaan dengan fungsi tubuh, termasuk pola tidur.–Dokumen Pribadi

RADARTVNEWS.COM – Gangguan tidur selama ini sering dikaitkan dengan stres, kebiasaan menggunakan gawai, atau pola aktivitas yang tidak teratur. Namun, penelitian terbaru juga menyoroti kemungkinan hubungan antara kualitas tidur dan mikroorganisme yang hidup di dalam saluran pencernaan.

Mikroorganisme tersebut dikenal sebagai mikrobiota usus, yaitu kumpulan bakteri dan mikroorganisme lain yang berperan dalam proses pencernaan, metabolisme, serta berbagai fungsi tubuh. Para peneliti kini mempelajari bagaimana perubahan komposisi mikrobiota mungkin berkaitan dengan pola tidur dan gangguan seperti insomnia.

Baca Juga :  Kembali Maju, Wira & Adi Kurniawan Siap Bawa Ketua PWI dan DK PWI Lampung Lebih Baik Lagi

Hubungan ini menarik karena menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan dan tidur mungkin saling berkaitan melalui sejumlah mekanisme biologis. Meski demikian, penelitian yang tersedia belum membuktikan bahwa perubahan bakteri usus secara langsung menyebabkan seseorang mengalami insomnia.

Penelitian Menemukan Perbedaan Komposisi Bakteri Usus

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews pada April 2026 mengkaji 14 penelitian yang melibatkan total 9.036 peserta untuk melihat hubungan antara mikrobiota usus dan insomnia.

Hasil analisis menemukan adanya perbedaan komposisi mikroorganisme usus antara orang yang mengalami insomnia dan kelompok yang tidak mengalami gangguan tersebut. Sejumlah penelitian juga menunjukkan penurunan keberagaman mikrobiota pada sebagian peserta dengan insomnia.

Peneliti turut mengidentifikasi perubahan pada beberapa kelompok bakteri, termasuk Faecalibacterium dan Lachnospira. Bakteri tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan proses metabolisme di usus, termasuk produksi senyawa yang berperan dalam lingkungan saluran pencernaan.

Baca Juga :  Tak Sekadar Dilihat, Koleksi Museum Ketransmigrasian Lampung Jadi Objek Lukisan di Tampah

Namun, temuan tersebut tidak berarti satu jenis bakteri tertentu dapat menentukan apakah seseorang akan tidur nyenyak atau mengalami insomnia. Komposisi mikrobiota dipengaruhi banyak faktor, seperti pola makan, penggunaan obat, kondisi kesehatan, dan kebiasaan sehari-hari.

Bagaimana Usus Bisa Berkaitan dengan Tidur?

Salah satu penjelasan yang sedang diteliti adalah poros usus-otak atau gut-brain axis. Istilah ini merujuk pada komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan sistem saraf melalui berbagai jalur, termasuk saraf, sistem kekebalan tubuh, hormon, dan senyawa yang dihasilkan mikroorganisme usus.

Bakteri usus dapat menghasilkan metabolit, termasuk asam lemak rantai pendek, yang terlibat dalam proses metabolisme dan pengaturan respons tubuh. Sementara itu, sistem saraf dan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh turut mengatur waktu tidur, aktivitas, serta berbagai fungsi pencernaan.

Baca Juga :  Kenapa Banyak Orang Menanam Sawit? Alasan di Balik Perluasan Kebun hingga Kawasan Hutan

Hubungan tersebut memungkinkan kondisi usus dan pola tidur saling memengaruhi. Misalnya, perubahan jam tidur dan aktivitas harian dapat berkaitan dengan perubahan kebiasaan makan maupun ritme biologis usus. Sebaliknya, perubahan lingkungan mikrobiota juga berpotensi berkaitan dengan proses yang terlibat dalam pengaturan tidur.

Meski mekanisme ini semakin banyak diteliti, hubungan sebab-akibatnya masih perlu dipastikan melalui penelitian lanjutan.

Bukan Berarti Probiotik Bisa Langsung 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:



Source link