Scroll untuk membaca artikel
Wisata Lampung

Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi Antisipasi Gelombang Demonstrasi Besar-besaran

×

Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi Antisipasi Gelombang Demonstrasi Besar-besaran

Share this article


Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi Antisipasi Gelombang Demonstrasi Besar-besaran




Pemerintah Prancis mengerahkan 70 ribu polisi untuk mengamankan gelombang demonstrasi besar pada Sabtu (24/10).–kompas

RADARTVNEWS.COM – Pemerintah Prancis menyiagakan sekitar 70 ribu personel keamanan pada Sabtu (24/10) untuk mengamankan gelombang unjuk rasa besar yang diperkirakan berlangsung di berbagai wilayah, termasuk Paris, Orleans, dan Lyon. 

Melansir dari AFP, langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, pada Jumat (23/10) di Paris. 

Baca Juga :  Asap Karhutla Way Kambas, Kualitas Udara Bandar Lampung Memburuk

Selain menerjunkan pasukan dalam jumlah besar, pemerintah juga memberlakukan pembatasan ketat dengan melarang demonstrasi di pusat kota serta membatasi rute pawai pengunjuk rasa.

Aksi protes ini dipicu oleh kekecewaan ribuan pelajar terhadap buruknya kondisi sistem pendidikan di Prancis. Gerakan tersebut dengan cepat meluas ke seluruh penjuru negeri karena didorong oleh kemarahan warga atas melonjaknya biaya hidup. 

Upaya Presiden Emmanuel Macron untuk meredam ketegangan dengan menemui perwakilan pelajar pada Jumat (23/10) tidak membuahkan hasil, sebab para pelajar memilih keluar dari ruang pertemuan dan mengimbau massa untuk terus berunjuk rasa hingga pemerintah memberikan solusi nyata.

Baca Juga :  Tak Sekadar Dilihat, Koleksi Museum Ketransmigrasian Lampung Jadi Objek Lukisan di Tampah

Keamanan yang ketat ini dilakukan setelah aksi demo pekan sebelumnya berujung ricuh, diwarnai penjarahan, pembakaran, serta pengrusakan fasilitas publik yang mengakibatkan 217 orang ditangkap. Presiden Macron menuding kelompok sayap kiri ekstrem berada di balik kerusuhan tersebut. 

Di sisi lain, langkah tegas pemerintah dan pengerahan puluhan ribu polisi menuai kritik keras dari lembaga HAM seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, yang menilai kebijakan pembatasan tersebut berpotensi memicu kericuhan baru dan mengarah pada praktik otoriter.

BACA JUGA:Prancis Bergejolak! Demo Berujung Penjarahan, Begini Kronologinya

Baca Juga :  Bukan Cuma Bikin Gerah, Cuaca Panas Juga Bisa Memengaruhi Suasana Hati

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

cnn indonesia



Source link