Kamis 29-10-2026,23:44 WIB
Reporter:
MG – Kathina Octavia|
Editor:
Jefri Ardi

Gas Lpg 3kg Subsidi Pemerintah-Hugo Yulius-Pinterest
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Penggunaan jaringan gas bumi untuk mendukung operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di BANDAR LAMPUNG mulai menunjukkan potensi penghematan biaya. Namun, manfaat tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana akses energi ini dapat menjangkau dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya di Lampung?
Salah satu pengelola SPPG Sukarame 5, Alfonsus Adhi Pradana, mengungkapkan bahwa penggunaan jaringan gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk membantu menekan pengeluaran bahan bakar dapurnya.
Dalam laporan ANTARA yang terbit Kamis, 29 Oktober 2026, Alfonsus menyebut penggunaan LPG tabung 50 kilogram dapat menghabiskan sekitar Rp23 juta per bulan. Sementara itu, biaya penggunaan gas PGN di dapurnya diperkirakan sekitar Rp14 juta per bulan.
Berdasarkan angka tersebut, terdapat selisih pengeluaran sekitar Rp9 juta per bulan atau sekitar 39 persen dibandingkan biaya LPG yang disebutkan pengelola.
Meski demikian, angka tersebut merupakan pengalaman satu dapur dan belum dapat dijadikan gambaran penghematan seluruh SPPG di Lampung. Perbedaan jumlah porsi, intensitas memasak, kebutuhan energi, serta biaya instalasi dapat memengaruhi hasil perhitungan masing-masing dapur.
Penghematan Belum Menjawab Persoalan Akses
Penghematan biaya energi menjadi pertimbangan penting bagi dapur MBG yang harus menyiapkan makanan dalam jumlah besar setiap hari. Dapur SPPG Sukarame 5, misalnya, melayani sekitar 2.882 penerima manfaat dari 19 sekolah.
Proses memasak di dapur tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 00.30 hingga 06.00 WIB. Dalam kondisi operasional seperti itu, ketersediaan energi yang stabil turut menentukan kelancaran persiapan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Namun, keberhasilan penggunaan jaringan gas di satu atau beberapa dapur tidak otomatis berarti seluruh pengelola SPPG memperoleh manfaat serupa.
BACA JUGA:Bahlil Kembali Buka Suara soal Ekspor Gas, Kontrak Negara Tetangga Bakal Dievaluasi
Persoalan berikutnya adalah jangkauan infrastruktur. Dapur yang belum terhubung dengan jaringan gas perlu mengetahui apakah layanan tersedia di wilayahnya, berapa biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan, serta bagaimana mekanisme kerja sama dengan penyedia energi.
Pertanyaan tersebut penting agar penghematan yang dirasakan sejumlah pengelola tidak hanya menjadi keuntungan bagi dapur yang telah memiliki akses, tetapi juga dapat dipertimbangkan untuk memperluas efisiensi operasional di lokasi lain.
Hingga laporan yang dirujuk terbit pada 29 Oktober 2026, belum terdapat angka terbaru yang dicantumkan dalam laporan tersebut mengenai total SPPG di Lampung yang telah menggunakan jaringan gas PGN, jumlah dapur yang belum terjangkau, maupun target perluasan layanan secara terukur.
Karena itu, tingkat pemerataan akses jaringan gas untuk dapur MBG di Lampung masih membutuhkan data lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
antara news lampung












