Scroll untuk membaca artikel
Pemprov Lampung

Pemprov Lampung Ajukan Penyertaan Modal PT Wahana Rahardja Rp25 Miliar

4
×

Pemprov Lampung Ajukan Penyertaan Modal PT Wahana Rahardja Rp25 Miliar

Share this article
Pemprov Lampung Ajukan Penyertaan Modal PT Wahana Rahardja Rp25 Miliar
Pemprov Lampung Ajukan Penyertaan Modal PT Wahana Rahardja Rp25 Miliar

radartvnews.com – Pemerintah Provinsi Lampung mengajukan penambahan modal Rp25 Miliar untuk menunjang peningkatan kualitas dan produktifitas badan usaha milik daerah (BUMD) PT Wahana Rahardja. Peningkatan usaha itu antara lain penjualan semen, suplai material, dan alat tulis kantor.

Selain itu, pengembangan usaha distributor tunggal produk beton ringan, operasional pabrik tepung ikan, trading, dan suplai kebutuhan pangan, implementasi program Badan Usaha Milik Rakyat (BUMRA). Kemudian, dan operasional pabrik beras di Simbarwaringin, Lampung Tengah.

“Pemerintah Provinsi Lampung berharap dengan penambahan penyertaan modal, PT Wahana Rahardja mampu memperkokoh pondasi bisnis,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono, pada rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung dalam rangka lanjutan pembicaraan tingkat I penyampaian jawaban Gubernur Lampung terhadap pemandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang penambahan penyertaan modal pemerintah Provinsi Lampung pada PT Wahana Rahardja, di Gedung DPRD Provinsi Lampung.

Berdasarkan pandangan umum dari Fraksi PKB, Nasdem, PKS, PAN, PDIP, Golkar, PPP, Sutono menjelaskan beberapa alasan penambahan modal saat ini PT Wahana Rahardja dalam proses revitalisasi khususnya pada aspek sumber daya manusia (SDM). Seperti asesment SDM dan pelatihan akutansi guna meningkatkan kemampuan SDM.

Berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) Laporan Kinerja produktivitas usaha PT wahana Rahardja di 2016 mengalami kenaikan 57,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada perolehan pendapatan 139,52% dari tahun sebelumnya. “Semoga Revitalisasi dengan perubahan direksi dan penyertaan modal diharapkan mampu meningkatkan keuntungan dari tahun sebelumnya sehingga menjadi BUMD yang mampu meningkatkan PAD,” kata Sutono. (rls)