Wednesday, March 3, 2021

Pidato Kenegaraan Jokowi, Demokrasi Dimata Sang Presiden

Most Read

Gebrakan Perdana, Bakal Pangkas TKS

Radartvnews.com- Walikota Bandarlampung Eva Dwiana akan melakukan pendataan ulang Tenaga Kontrak Sementara (TKS) di lingkup pemerintah kota setempat. Hal itu...

Soal PP Jokowi Legalitas Minuman Keras, Arinal: Miras Haram!

Radartvnews.com- Keputusan Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo membuka peluang investasi perusahaan minuman keras atau miras di empat Provinsi di...

Truk JNE Terbakar di KMP Naomi

Radartvnews.com- Ratusan penumpang KMP Naomi, panik saat berlayar dari pelabuhan Merak-Banten menuju pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (1/3). Kepanikan penumpang terjadi...

Olah TKP, KMP Neomi Diperiksa Tim Inafis

Radartvnews.com- Pasca terbakarnya truk paket ekspedisi JNE dengan nomor polisi B 9258 OXU di dalam KMP Neomi (28/2), kepolisian...

Bangkai Paus Lima Meter Terdampar di Pantai Cukuh Balak

Radartvnews.com- Seekor ikan paus sepanjang lima meter ditemukan nelayan yang ada di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus (1/3) mati...

Fenomena Hail Lampung, Hujan Es Guyur Pesawaran

Radartvnews.com- Fenomena hail atau hujan es terjadi di Kabupaten Pesawaran (3/3). Butiran es sebesar kelereng turun disertai hujan  deras dan...

Radartvnews.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT ) Kemerdekaan RI ke 75 tahun, di gedung DPR, MPR, DPD.

Pidato Kenegaraan Presiden RI ini juga diikuti para anggota DPRD di Provinsi Lampung  termasuk Gubernur Lampung Arinal Djunaidi beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Lampung.

DPRD Lampung mendengarkan pidato kenegaraan Presiden di ruang sidang DPRD Provinsi Lampung. Presiden RI Joko Widodo menyampaikan beberapa hal pada pidatonya. Salah satu isi pidato yang menjadi perhatian yakni saat Jokowi menyampaikan negara Indonesia menganut sistem demokrasi.

Jokowi menyebut , sebagai negara demokrasi maka sudah sepatutnya menjamin kebebasan namun ia meminta kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jokowi juga menyebut jangan sampai ada yang merasa paling benar, jangan ada yang merasa paling agamis, serta jangan ada yang merasa paling pancasilais. Jokowi menambahkan bahwa semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak itu hal yang biasanya tidak benar.

Sayangnya, apa yang dilontarkan Jokowi berbanding terbalik dengan fakta dilapangan. Utamanya menyangkut penegakan hukum, banyak influencer pro pemerintah yang bebas bersuara seolah tak tersentuh hukum. Ranah kebhinekaan yang sejak dulu diakui dunia dicabik-cabik. Seolah hanya influencer pro pemerintahlah yang paling demokratsi, paling agamis, paling pancasilais.

Sebaliknya pengkritik  langsung dianggap menebar kebencian antipemerintah dan dipolisikan serta ditangkap  dengan pasal karet undang-undang ITE.

Dalam pidatonya juga, Presiden RI Joko Widodo meminta agar semua pihak saling menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan di momentum peringatan hari Kemerdekaan RI ke 75 tahun.(tim/san)

berita menarik lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pelantikan Eselon II, Kadisdikbud Metro Ditarik ke Pemprov

Radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melantik dua Pejabat Eselon II. Kepada Pejabat yang baru dilantik, diharapkan bisa menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan visi dan...

berita terkait lainnya