Scroll untuk membaca artikel
Lampung Wawai

Bayi Dengan Kelainan Kaki Dapat Bantuan Dari Srikandi PDIP

3
×

Bayi Dengan Kelainan Kaki Dapat Bantuan Dari Srikandi PDIP

Share this article

TULANG BAWANG- Usai menggelar kegiatan reses tahap 1 , Budhi Condrwati bersama Ines Septia Saputri menyempatkan diri untuk melihat kondisi Halimatus Sadiya balita berusia 3 bulan buah hati pasangan Agus Sucipto dan Wiwik Widayanti yang terlahir dengan kelainan kaki atau dengan bahasa medisnya genu varum.

Genu varum atau kaki O (bow legs) adalah kondisi di mana sudut pertemuan antara tulang femur dan tibia pada lutut menjauhi garis tengah tubuh, sehingga memberikan manifestasi tungkai yang melengkung. Kondisi ini biasanya muncul sejak masa kanak-kanak namun dapat terjadi juga pada orang dewasa. Genu varum dapat melibatkan satu tungkai (Unilateral) atau kedua tungkai (Bilateral) dengan penyebab yang bervariasi.

Ada kondisi patologis, genu varum pada anak-anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kelainan struktur tulang, seperti Blount disease (tibia vara) dan akondroplasia; faktor metabolik, seperti disfungsi renal; dan infeksi, seperti Rickettsia. Kondisi ini juga dapat didukung oleh faktor risiko seperti obesitas dan kelainan gait atau pola berjalan.

Halimah juga sudah menjalani operasi agar kedua kakinya dapat normal kembali. Melihat kondisi halimah yang lemah di gendongan sang ibu, kedua srikandi PDI Perjuangan ini dengan spontan terpanggil untuk membantu.

“Saya bersama Ines merasa prihatin dengan kondisi Halimah yang kedua kakinya masih dibalut perban pasca operasi, dengan sedikit bantuan yang dihimpun setidaknya dapat meringankan perekonomian kedua orang tuanya dalam merawat halimah selama proses penyembuhan” ujar Condrowati.

Sementara, Ines Septia Saputri berjanji akan membantu keluarga halimah agar mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.” Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar keluarga ini mendapatkan perhatian pemerintah daerah baik untuk pengobatan dan biaya perawatan halimah” tambah Ines.(*)