Scroll untuk membaca artikel
Lampung Utara

Harga Singkong Naik Tinggi, Pencuri Incar Tanaman Singkong Petani

295
×

Harga Singkong Naik Tinggi, Pencuri Incar Tanaman Singkong Petani

Share this article
JADI INCARAN : Melambungnya harga singkong menjadi faktor banyak pencurian singkong di Lampung Utara. (Foto Sastra)

KOTABUMI : Sejak satu bulan terakhir, petani singkong di Provinsi Lampung mulai senyum semringah. Menyusul kenaikan harga singkong hingga 60 persen lebih.

Jika biasanya singkong dijual hanya Rp900 perkilogram, kini mulai meroket naik hingga Rp1.600 perkg. Namun membaiknya harga singkong ini dibarengi dengan munculnya aksi tercela para pencuri singkong.

Mereka beroperasi mencuri singkong saat malam hari. Kawanan pencuri beraksi di tengah kegelapan malam, mencabut pohon, mempreteli ubi dan lantas menjualnya.

Seperti terjadi di Lampung Utara. Modusnya, para pencuri ini mengincar kebun yang tengah di panen. Mereka memanfaatkan proses panen agar tidak dicurigai.

Rama Fitriyadi, seorang petani di Desa Cahaya Makmud, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara melaporkan kasus pencurian singkong ke Polres setempat.

Rama menjelaskan singkong miliknya dalam proses panen namun tidak dapat diselesaikan dalam satu hari, sehingga panen harus ditunda hingga keesokan harinya.

”Baru sebagian yang dipanen, sisanya belum sempat karena cukup luas kebun kita,” kata Rama kepada wartawan  di Polres setempat.

Drinya merasa kaget saat tiba keesokan harinya untuk melanjutkan panen. Tanaman singkong sudah berantakan, terdapat bekas cabutan. Setelah ditelusuri, didappati informasi bahwa ada orang yang menjual singkong yang berasal dari tanaman korban.

”Pelakunya adalah pemilik lahan. Saya memang sewa lahan, tapi itu memang hak saya,” jelasnya. (*)