Scroll untuk membaca artikel
Bandarlampung

Water Front City Bandarlampung Digadang-gadang Terbaik Nasional Kalahkan WFC Makasar

90
×

Water Front City Bandarlampung Digadang-gadang Terbaik Nasional Kalahkan WFC Makasar

Share this article
ELOK : WFC Losari Makasar diyakini akan dikalahkan oleh WFC Bandarlampung. (Foto Radar TV)

SAYANG seribu kali sayang. Program Water Front City (kota menghadap ke laut) yang digagas Walikota Bandarlampung Eddy Sutrisno pada tahun 2009 tidak berlanjut.

Padahal Gubernur Lampung Sjachroedin ZP sudah memberikan restu atas program pembangunan sebuah landmark kebanggaan di ibukota Provinsi Lampung.

Pada Oktober 2009, Sjachroedin ZP telah meresmikan dimulainya program ini dengan ditandai pembangunan Gerbang WFC dan jalan masuk ke area WFC di kawasan Bukit Kunyit, Bandarlampung.

Gunawan Handoko, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) saat Proyek Penataan Pesisir Dinas Perikanan Kota Bandarlampung) tahun 2009 kepada radartvnews.com menyatakan program water front city adalah program besar penataan ulang wilayah Pesisir Teluk Lampung.

Program WFC ini rencananya mencakup luas areal 1.447 hektare dengan mencakup tiga kecamatan mulai dari Kecamatan Panjang, lalu Telukbetung Selatan dan Telukbetung Timur (d/h Telukbetung Barat).

Program WFC merupakan program visioner seorang kepala daerah bukan sekadar proyek mercusuar. Selain sebagai ikon landmark kebanggaan masyarakat Provinsi Lampung secara umum dan Kota Bandarlampung secara khusus. Di dalamnya terdapat sebuah proses pemberdayaan warga pesisir, dengan mayoritas ssebagai nelayan tradsional.

Di atas lahan, dalam desainnya, akan berdiri perumahan, perkampungan nelayan, ruko-ruko, hotel, resor, restoran, serta sebuah pelataran menghadap laut.

Dengan konsep pembangunan kota menghadap laut maka Bandarlampung akan hidup sektor pariwisata, sekaligus ikon bagi Kota Tapis Berseri.

Teluk Lampung memiliki nilai lebih baik bagi warga Bandarlampung dan warga Provinsi Lampung secara keseluruhan.

”Teluk Lampung memiliki lekukan bibir pantai yang sangat indah, mengalahkan pantai Losari di Makassar. Selain menjadi tempat wisata, juga merupakan tempat evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, karena jalur evakuasi sudah ada dalam perencanaannya,” tegasnya.

Menariknya, pembangunan WFC tak akan mengorbakan warga pesisir, justru diajak dan diberdayakan. Ini menyusul grand design WFC yang akan dibangun dalam empat zona.

Konsep WFC Bandarlampung