Scroll untuk membaca artikel
Tanggamus

12 ABK Selamat Usai Kapal Nelayan Di Tanggamus Karam Dihantam Ombak

70
×

12 ABK Selamat Usai Kapal Nelayan Di Tanggamus Karam Dihantam Ombak

Share this article
DI SANA : ABK dan APH menunjuk lokasi arah laut tenggelamnya Kapal Nelayan Timbul Tiga, di Perairan Tengor, Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus. Sebanyak 12 ABK selamat dalam insiden kapal karam ini. (Foto Erik)

CUKUHBALAK : Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) berhasil selamat usai Kapal Nelayan Timbul Tiga karam dihantam ombak besar.

Insiden kecelakaan laut itu menimpa kapal payang yang hendak melaut mencrai ikan. Posisi kapal berada di perairan Tengor, Teluk Semaka, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus, Jumat 23 September 2023 malam.

Erik, nahkoda kapal menyatakan kapal payang seharga Rp200 juta itu tak kuasa saat dihantam tiga ombak besar secara beruntun. Kapal terhempas dan menghampas gugusan karang, hingga menyebabkan badan kapal rusak.

Tidak lama kemudian, air laut masuk dan kapal secara perlahan mulai tenggelam. Sebanyak 12 awak kapal langsung menyelamatkan diri dengan berenang ke arah pantai.

”Alhamdulillah semua kru kapal berhasil selamat, kalau kapal langsung tenggelam,” ucap Erik bersyukur.

Seluruh awak kapal, termasuk dua remaja berusia 13 dan 17 tahun ini berasal dari Kotaagung. Dituturkannya, Kapal Timbul Tiga berangkat dari Pantai Sanggi pukul 14.00 WIB.

Dihantam Ombak Besar 3 Kali

Beberapa jam mencari ikan di perairan Teluk Semaka, memasuki malam, angin laut semakin kencang. Ombak besar bergulung-gulung datangnya.

”Kapal dihantam ombak besar tiga kali berturut-turut dan terbawa ke arah gugusan karang. Saat itulah, terdengart benturan keras antara body kapal dan karang hingga membuat kebocoran,” tandasnya.

Dalam hitungan menit, air laut mulai merendam bagian kapal. Mesin kapal langsung dimatikan. Air dengan cepat merendam bagian kapal. Di saat itulah, nahkoda memerintahkan agar ABK berenang bersamaan menuju Pantai Tengor.

”Benturan keras mengakibatkan kebocoran sehingga kapal penuh air dan tenggelam. Awak kapal menyelamatkan diri dengan berenang ke Pantai Tengor,” sambungnya.

Lantas, selepas sampai di pantai mereka mendatangi salah satu rumah warga. Di sana, mereka ditampung di rumah seorang warga bernama Arafat, yang selanjutnya menghubungi aparat pekon.

”Kalau kerugian kapal jelas sampai Rp200 juta. Belum lagi ditambah peralatan paying,” jelasnya.

Kasat Polairud Polres Tanggamus Iptu Zulkarnaen membenarkan peristiwa kecelakaan laut ini dari Taruna Siaga Bencana (Tagana). Bersama tim, mereka bergerak ke Pantai Tengor, Cukuhbalak.

”Seluruh korban kami pastikan kesehatanya dengan pemeriksaan di Puskesmas. Setelah itu kami evakuasi ke Kotaagung,” jelasnya.

Keluarga korban memastikan bersyukur karena anggota keluarga mereka yang ikut melaut sudah selamat dari insiden kecelakaan. (*)