Scroll untuk membaca artikel
Utama

Hutama Karya Terapkan Prinsip GCG Untuk Bangun dan Operasikan Jalan Tol Trans Sumatra

587
×

Hutama Karya Terapkan Prinsip GCG Untuk Bangun dan Operasikan Jalan Tol Trans Sumatra

Share this article
Salah satu ruas Jalan Tol Trans Sumatera di malam hari. (Foto Hutama Karya)

BANDARLAMPUNG : PT Hutama Karya (Persero) mengutamakan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik dalam pembangunan DAN pengelolaan jalan tol trans Sumatra.

Sebagai buktinya, saat ini pembangunan dan pengelolaan jalan tol Sumatra menghubungkan Lampung – Aceh sudah sangat baik. Penegasan ini disampaikan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo.

Menurutnya penerapan GCG tersebut dibuktikan melalui komitmen Top Level Management dengan melakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Direktur Utama BUJT sebagai dukungan BUJT dalam penyelenggaraan jalan tol taat GCG.

Pakta integritas mengatur penyelenggaraan jalan tol sesuai regulasi, ketentuan, dan peraturan perundang-undangan berlaku, termasuk pemenuhan komitmen yang tertuang dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Pemerintah dengan BUJT.

”Utamanya terkait aspek pelayanan kepada para pengguna jalan tol dengan memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terpenuhi dengan baik,” kata Tjahjo.

Update Teknologi

Penerapan GCG dalam pengoperasian jalan tol oleh Hutama Karya diantaranya mencakup transparansi informasi terkini terkait kebijakan atau kejadian terbaru di jalan tol, baik melalui media luar ruang, media konvensional, media sosial, hingga HK Toll Apps.

Lalu meningkatkan pelayanan dengan terus menambahkan fasilitas dan melakukan pemeliharaan di jalan tol, sistem pengadaan terbuka untuk umum, response time penanganan kejadian secara cepat.

”Termasuk pengembangan inovasi teknologi seperti penggunaan Intelligence Traffic System, kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan pemasangan Weigh-in-Motion (WIM) untuk pemantauan pengoperasian lebih akurat dan cepat,” jelasnya.