Scroll untuk membaca artikel
Utama

Tim SAR Temukan Tohar 4,5 Kilometer Dari Lokasi Tenggelam

469
×

Tim SAR Temukan Tohar 4,5 Kilometer Dari Lokasi Tenggelam

Share this article
DITEMUKAN : TIm SAR menemjukan Tohar 4,5 kilometyer dari lokasi tenggelam.. (Foto BASARNAS)

RADARTV : Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menemukan Tohar , berada 4,5 kilometer dari lokasi tenggelam, pada Sabtu 21 Oktober 2023. Kondisinya sudah wafat atau tutup usia akibat tenggelam.

Nelayan berusia 50 tahun itu sudah meninggal dunia dalam posisi terapung di perairan Kuala Seputih, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Untuk diketahui, Tohar merupakan anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan jatuh dari kapal dan tenggelam pada Jumat 20 Oktober 2023. Pencarian hari pertama tak membuahkan hasil.

Dalam pencarian di hari kedua, Tohar ditemukan sudah meninggal dunia terapung-apung di tengah lautan. Jasad Tohar terbawa arus laut, hingga 4,5 kilometer dari lokasi awal hilang.

Pencarian hari ke-2, Sabtu 21 Oktober dimulai pukul 06.30 WIB dengan membagi menjadi 3 SRU (SAR Rescue Unit).

SRU I Tim Basarnas menggunakan perahu karet, SRU II Tim Polairud menggunakan speed lidah, dan SRU III nelayan setempat juga menggunakan speed lidah untuk melaksanakan pencarian dengan area yang berbeda.

Setelah satu jam melakukan pencarian, pukul 07.30 WIB Tim SAR Gabungan menemukan korban sudah MD sekira 4,5 km arah utara dari lokasi kejadian.

Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah diwakili Koordinator Unit Siaga SAR Tulang Bawang Santosa mengatakan korban dievakuasi menuju Sungai Burung untuk diserahkan ke pihak agen kapal sebagai perwakilan dari pihak keluarga.

“Korban atas nama Tohar telah ditemukan MD pada pukul 07.30 WIB sekitar 4,5 km utara lokasi kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi ke sungai Burung untuk diserahkan ke pihak agen kapal,” ujar Santosa.

Utamakan Keselamatan

Pihaknya mengharapkan kepada seluruh nelayan, nahkoda dan anak buah kapal (ABK) agar senantiasa menjaga keselematan dan keamanan selama melaut. Nelayan, nahkoda dan ABK harus benar-benar mengedepankan safety first selama proses melaut atau berlayar.

Termasuk membangun komunikasi sebelum melaut baik secara formal melalui syahbandar dan komunikasi melalui radio pesawat yang biasa dimiliki oleh kapal atau perahu. ”Sebelum melaut harus diperiksa kerusakan kapal, diperhatikan cuaca, gelombang dan ombak. Termasuk membangun komunkasi selama di laut,” tandasnya. (*)