Scroll untuk membaca artikel
Bandarlampung

Aksi Terpuji Santri Ponpes Riyadhus Sholihin, Bersihkan aliran Way Awi Dari Tumpukan Sampah

363
×

Aksi Terpuji Santri Ponpes Riyadhus Sholihin, Bersihkan aliran Way Awi Dari Tumpukan Sampah

Share this article
BERSIH SUNGAI : Santri Ponpes Riyadhus Sholihin Bandarlampung saat bersih-bersih sampah di aliran Way Awi, Kelurahan Kotabaru. (Foto Ponpes Riyadhus Sholihin)

RADARTV : Aksi mulia dan terpuji dilakukan santri Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Kotabaru, Kota Bandarlampung. Anak-anak santri di bawah komando KH Ismail Zulkarnaein ini membersihkan sampah rumah tangga yang menumpuk di aliran Way Awi, Kelurahan Kotabaru.

Di sungai dengan air warna hitam pekat, para santri dengan cekatan dan tanpa sungkan langsung berjibaku membersihkan sampah-sampah yang dikemas dalam plastic kresek warna-warni. Sampah berisi limbah rumah tangga seperti bekas atau sisa makanan, kemasan plastik itu sengaja dibuang oleh warga yang minim kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Total ada 50-an santri dewasa terjun melakukan aksi sangat mulia itu. Sedari pagi, hingga menjelang salat Zuhur sudah banyak sampah dikumpulkan dan selanjutnya dibuang menggunakan mobil ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung.

”Kami merasa, kebersihan harus menjadi cermin umat Muslim. Ada 50 santri dewasa terjun dalam aksi sosial bersih-bersih sungai,” ujar Pimpinan Ponpes Riyadhus sholihin KH Ismail Zulkarnain, kepada www.radartvnews.com.

Dalam sekejap, aliran sungai menjadi lancar. Tumpukan sampah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibuang ke TPA Bakung. Dalam kondisi musim kemarau, sampah yang dibuang warga tidak akan terbawa arus sungai karena memang debit air mengecil. Sampah terus menumpuk hingga menyumpal aliran sungai. Dampaknya bisa parah, saat memasuji musim penghujan. Aliran air sungai tersumbat dan dapat dipastikan akan melimpas ke wilayah sekitar hingga menimbulkan banjir.

”Kami mengimbau dan mengajak warga. Jangan buang sampah di sungai, dampaknya bisa banjir besar saat musim hujan,” tandasnya.

Lurah dan Pamong Harus Pantau Kebersihan Daerahnya

Pihaknya meminta warga masuk anggota Sokli di RT masing-masing. Dengan membayar iuran sebesar Rp15 sampai 20 ribu perbulan, maka sampah akan diangkut. Namun jika memang keberatan atau sama sekali tak punya uang. Sampah bisa diletakan di tempat pembuangan sementara (TPS) yang selanjutnya akan diangkut oleh armada truk Dinas Lingkungan Hidup.

”Nah, jangan langsung main buang di sampah. Cukup letakan, kumpulkan di pinggir jalan, nanti diangkut sama petugas kebersihan,” sambungnya.

Pihaknya juga sangat mengharapkan keterlibtan pamong kelurahan mulai lurah, kepala lingkungan, ketua RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk saling mengingatkan berbuat baik. Karena membuang sampah sembarangan hingga bisa menimbulkan kerugian buat orang lain merupakan tindakan tercela.

”Ayo bersama-sama, kita saling ingatkan. Pamong lurah, dan RT, pantau wilayah kerjanya, pantau aktivitas warganya. Ingatkan jangan buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)