Sabtu 24-10-2026,19:27 WIB
Reporter:
MG – Annisa Nayla Meriza|
Editor:
Jefri Ardi

–METRO TV
RADARTVNEWS.COM – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia menarik minat lembaga keuangan dari dalam dan luar negeri. Program yang dikembangkan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) di bawah naungan Danantara Indonesia ini mendapat perhatian karena dinilai memiliki prospek usaha dan skema pembiayaan yang semakin jelas.
CEO Denera, Fadli Rahman, menyebut terdapat tiga faktor utama yang membuat proyek tersebut menarik bagi calon pemberi pinjaman. Faktor itu meliputi kapasitas usaha yang lebih kuat, dukungan finansial atau fiskal pemerintah, serta reformasi kelembagaan melalui skema layanan terpadu atau one stop service.
Dari sisi usaha, proyek PSEL dirancang dalam skala besar dan berjangka panjang. Karakteristik tersebut dinilai memberikan peluang bagi lembaga keuangan untuk menilai kelayakan investasi secara lebih terukur.
Faktor kedua adalah dukungan pemerintah pusat dan daerah. Dukungan ini mencakup penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung seperti transmisi listrik, serta bantuan dalam proses perizinan yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek.
Sementara itu, reformasi kelembagaan melalui skema layanan terpadu diharapkan dapat menyederhanakan proses pengembangan proyek. Dengan koordinasi yang lebih terarah, berbagai tahapan administratif dan persiapan pembangunan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Minat pembiayaan tersebut tercermin dari bergabungnya 34 institusi keuangan dalam panel calon pemberi pinjaman atau lenders panel. Menurut laporan CNBC Indonesia, minat pembiayaan indikatif yang terkumpul mencapai sekitar 3,6 kali kebutuhan pinjaman untuk proyek PSEL tahap kedua.
Untuk delapan proyek pada tahap tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar atau setara Rp18 triliun. Skema pendanaan direncanakan berasal dari pinjaman perbankan sebesar 70 persen, sedangkan 30 persen sisanya berasal dari modal Denera dan mitra.
BACA JUGA:Fenomena Shadowban dan Kekhawatiran Kreator terhadap Jangkauan Konten
Kepastian pendapatan juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pemberi pinjaman. Berdasarkan skema yang diterapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, biaya layanan pengolahan sampah atau tipping fee diintegrasikan ke dalam tarif listrik yang dibayarkan oleh PT PLN (Persero).
Skema tersebut dinilai dapat mengurangi ketidakpastian pembayaran karena pendapatan proyek didukung perjanjian jangka panjang. Meski demikian, besarnya minat pembiayaan belum menjadi komitmen pendanaan final. Setiap calon pemberi pinjaman tetap harus melalui proses uji tuntas dan persetujuan kredit masing-masing lembaga.
Melalui program PSEL, pemerintah berupaya mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik. Keberhasilan proyek ini akan bergantung pada kesiapan pembangunan, kelayakan finansial, serta penerapan standar lingkungan dalam pengolahan sampah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
metro tv












