Rabu 14-10-2026,06:36 WIB
Reporter:
MG – Sarah Wafi Taqiya|
Editor:
Jefri Ardi

Orangutan kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilepasliarkan di Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. YIARI)–
RADARTVNEWS.COM – Di tengah kabut asap dan api yang belum sepenuhnya padam, tim penyelamat terus berpacu menyelamatkan orangutan yang kehilangan rumahnya. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mencatat sedikitnya 46 individu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) telah diselamatkan dari habitat yang terbakar sejak Agustus hingga 9 Oktober 2026.
Kabar baiknya, delapan orangutan yang sudah dinyatakan sehat ditranslokasi pada 9 Oktober 2026 ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang. Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, menyebut langkah ini sebagai pemindahan pertama orangutan terdampak karhutla ke habitat yang dinilai sesuai dan relatif aman dari risiko kebakaran. Mereka sebelumnya melewati pemeriksaan medis dan masa observasi.
Beberapa di antaranya merupakan induk dan anak. Mama Man dan anaknya, Man, dievakuasi dari Desa Tempurukan, Ketapang, pada 3 September 2026 setelah api mendekati habitat mereka. Mama Nopi dan anaknya, Nopi, bersama dua jantan remaja bernama Naufal dan Nopan, diselamatkan dari Desa Pemangkat, Kayong Utara, pada 4 September 2026.
Sebagian besar orangutan berasal dari Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Banyak yang ditemukan terjebak di lahan yang nyaris habis. Mama Lifa dan anaknya, Lifa, misalnya, terisolasi di antara pohon akasia pada lahan sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Ketapang.
Tidak semua orangutan siap kembali ke hutan. CEO YIARI, Karmele Llano Sánchez, menyampaikan bahwa sebagian korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar, malnutrisi, anemia berat, dan gangguan kesehatan lain.
Penyelamatan serupa berlangsung di provinsi lain. Pada Kamis (8/10/2026), tim SKSDA Wilayah II Pangkalan Bun bersama OF-UK mengevakuasi seekor orangutan jantan bernama Bara dari kawasan Km 8 Mendawai Seberang, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Orangutan seberat 56 kilogram berusia sekitar 22 tahun itu ditemukan dengan sedikit luka pada telapak tangan dan kaki. Laporan KSDA belum menyebut bahwa luka tersebut disebabkan karhutla.
Kementerian Kehutanan melaporkan 290 individu satwa liar ditangani secara nasional hingga 8 Oktober 2026 terkait bencana karhutla. Sebanyak 272 individu di antaranya berada dalam penanganan BKSDA di empat provinsi Kalimantan, sebagaimana disampaikan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
antara












